Gunung Semeru Erupsi, 3 Orang Terluka dan 1.156 Warga Mengungsi
- BPBD Malang via Uki Rama/VIVA Jatim
Lumajang, VIVA Jatim – Peristiwa erupsi Gunung Semeru pada Rabu, 19 November 2025, menyebabkan tiga orang mengalami luka bakar akibat terkena material panas. Selain itu, sebanyak 1.156 warga juga terpaksa dievakuasi menuju ke tempat pengungsian.
Berdasar laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gunung Semeru mulai menunjukkan peningkatan aktivitas pukul 14.13 WIB, kemarin. Luncuran Awan Panas Guguran (APG) menjangkau 13 kilometer ke arah Besuk Kobokan dengan amplitudo maksimum 45 mm dengan durasi 14.283 detik.
"Dampak langsung letusan ini menyebabkan tiga warga mengalami luka bakar dan luka akibat material panas. Dan total jumlah pengungsi 1.156 jiwa, data sementara," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, Kamis, 20 November 2025.
Korban pertama adalah Hosen (44), warga Dusun Umbulan Sumbersari, Supiturang. Hosen dikatakan Satriyo, mengalami luka bakar pada bagian kaki setelah terjebak banjir lahar di dalam rumahnya.
"Korban berhasil dievakuasi pagi tadi dan segera dirujuk ke RSUD Pasirian," lanjutnya.
Kemudian dua korban lainnya merupakan pasangan suami istri asal Kediri. Yakni Haryono (49) dan Normawati (42). Keduanya tergelincir pada tumpukan material panas ketika melintas di sekitar Gladak Perak, Lumajang.
"Keduanya kini menjalani perawatan di RSUD Haryoto," singkatnya.
Selain korban luka, tercatat kurang lebih 1.156 jiwa mengungsi ke sejumlah titik di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Di Pronojiwo, pengungsi tersebar di Balai Desa Oro-Oro Ombo sebanyak 200 warga yang mengungsi. Lalu SDN 04 Supiturang kurang lebih 100 jiwa. Serta Masjid Nurul Jadid di Supiturang sebanyak 115 jiwa. Masjid Ar-Rahmah, Desa Oro-Oro Ombo, yang kini menjadi salah satu titik pengungsian utama dengan sekitar 500 jiwa.
Sementara di Kecamatan Candipuro, pengungsi tercatat di SDN 02 Sumberurip 200 jiwa. Lalu di Kantor Kecamatan Candipuro sebanyak 101 jiwa serta rumah Kepala Desa Sumbermujur berjumlah 55 jiwa yang terdiri dari 23 dewasa, 28 anak-anak, dan empat balita.
"Sebagian titik pengungsian lain dilaporkan kosong karena warga telah kembali ke rumah masing-masing," tandasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi, Satriyo menegaskan upaya penanganan terus dilakukan. Tagana Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Lumajang mendirikan dapur umum di Balai Desa Sumberurip dengan menyediakan 200 nasi bungkus. Sedangkan Palang Merah Indonesia Kabupaten Malang juga membuka dapur umum di Balai Desa Oro-Oro Ombo dengan kemampuan menyediakan 300 porsi makanan.