Perkuat Nilai Kebangsaan-Disinformasi Lewat Bimtek Wartawan di Tulungagung

Puluhan wartawan Tulungagung berkumpul
Sumber :
  • Viva Jatim/Madchan Jazuli

Tulungagung, VIVA JatimNilai kebangsaan dalam menangkal disinformasi di era digital terus dikampanyekan. Salah satunya yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung.

img_title Ratusan Pohon Produktif Ditanam di Bantaran Kali Lamong Gresik, Upaya Tekan Risiko Banjir

Bertajuk 'Bimbingan Teknis Sinergi Media dalam Membangun Nilai Kebangsaan serta Menangkal Disinformasi' puluhan wartawan dilatih untuk menulis dan menyebarkan informasi ke publik.

Kepala Bakesbangpol Tulungagung, Agus Prijanto Utomo menjelaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas organisasi jurnalistik dengan tema sinergi media dan pemerintah dalam membangun nilai kebangsaan. Serta menangkal Disinformasi m saat ini lagi ramai dibicarakan sangat penting.

img_title MLBB PWI Gresik Cup Gaet Anak Muda, Esport Wadah Prestasi dan Ekonomi Kreatif

"Perlunya kegiatan kita dilakukan khususnya teman-teman PWI untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Bahwa apa yang ada di media itu betul-betul benar adanya," ujar Agus Prijanto Utomo, di Azana Hotel, Selasa, 16 Desember 2025.

Agus Prijanto berharap awak media bisa menyampaikan informasi dengan baik. Sehingga berdampak kepada masyarakat sebagai edukasi sekaligus informasi yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan.

img_title Tuberkulosis Jadi Ancaman di Gresik, Ini Langkah Dinas Kesehatan

"Teman-teman media ini bisa menyampaikan hal-hal yang jelas dari sumber-sumber yang betul," tambahnya.

Sementara, Ketua PWI Tulungagung Wiwieko Dharmaidiningrum mengatakan ini bentuk kolaborasi Pemkab dan PWI Tulungagung. Yaitu untuk mendukung upaya upaya nilai-nilai kebangsaan agar tidak punah.

"Nilai kebangsaan itu juga perlu untuk wartawan tidak hanya masyarakat. Akan tetapi juga wartawan sangat penting," bebernya.

Pria yang sudah puluhan tahun menjadi wartawan ini mengaku upaya ini dilakukan agar tetap memiliki nilai kebangsaan. Kemudian nilai kebangsaan tersebut bisa terdistribusi kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak muda. 

Eko berharap tidak hanya berhenti disini. Bakesbangpol bersama PWI Tulungagung bisa berkolaborasi dengan kegiatan lanjutan yang lebih bermanfaat kepada masyarakat, terutama dalam wawasan kebangsaan dsn mencegah radikalisme.

"Kami inginkan berharap acara seperti ini tetap berlanjut, bukan hanya dalam bentuk simposium atau bimtek. Tetapi juga bentuk riil lainnya seperti lomba atau lainnya bisa bekerjasama dengan Bakesbangpol," tandasnya.