Wirausaha dan Penanganan QLC Pemuda, Fokus Kolaborasi HIPMI PT-KIPAN Gresik

Kolaborasi HIPMI-KiPAN Gresik beri wawasan kewirausahaan bagi pelajar dan pemuda
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Gresik berkolaborasi dengan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kabupaten Gresik menggelar youth empowerment bertajuk Muda Berdaya, Bergaya dalam Berkarya.

img_title Jawa Timur Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah Munas XVIII HIPMI 2026

Berlangsung di SMA Semen Gresik, kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kewirausahaan bagi pelajar dan pemuda dapat berdaya dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Perwakilan dari HIPMI PT Gresik Rupanurani Rumi menyatakan, kolaborasi ini adalah bentuk komitmen organisasi pemuda dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan potensi generasi muda.

img_title IFBEX 2025 Dorong Tumbuhnya Wirausaha Baru

"Kami percaya, dengan membekali pemuda wawasan yang tepat terutama dalam berwirausaha dan memahami dirinya sendiri kita memberikan benteng terkuat bagi mereka untuk menjadi produktif dan menjauhi hal-hal negatif seperti Narkoba. Mereka adalah aset, dan mereka harus berdaya," ujarnya, Selasa, 16 Desember 2025.

Sementara itu koordinator KIPAN Gresik, Tri Juli Yansyah menambahkan, muda berdaya, bergaya dalam berkarya menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, memberikan materi yang relevan dengan tantangan yang dihadapi pemuda untuk motivasi kewirausahaan.

img_title Lewat Program SCARFS, Komunitas KIPAN Gresik Diganjar Penghargaan Dispora Jatim

"Sesi pertama diisi oleh Mohammad Ali Sayfudin dari Asik Creative yang memaparkan motivasi dan langkah praktis kewirausahaan bagi pemuda. Para peserta diajak untuk tidak takut memulai usaha sejak dini dan memanfaatkan kreativitas sebagai modal utama," ucapnya.

Sesi kedua, yakni dengan tema Mengenal Quarter Life Crisis (QLC) yang membahas isu psikologis yang sering dialami pemuda. 

Ima Fitri Sholichah, dosen psikologi dari Universitas Muhammadiyah Gresik, menyampaikan materi mengenai quarter life crisis bagi pemuda SMA. 

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan, menciptakan gelombang pemuda-pemudi Gresik yang tidak hanya bergaya dalam penampilan, namun juga produktif dan berdaya dalam berkarya.

"Sesi ini sangat penting untuk membantu pelajar memahami proses pencarian identitas, mengelola tekanan, dan menyalurkan kegelisahan menjadi energi positif untuk berkarya," ujarnya.