Kadindik Jatim: Program TEFA Jembatan antara Sekolah dan Dunia Kerja

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito/VIVA Jatim

Sidoarjo, VIVA Jatim – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim) Aries Agung Paewai meresmikan Teaching Factory (TEFA) Pawon Satu dan Cafe Satu di SMKN 1 Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Peresmian ini menjadi langkah nyata penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik industri.

img_title Buruh Pabrik di Porong Cabuli 12 Bocah Lelaki

TEFA Pawon Satu dan Cafe Satu dirancang sebagai ruang belajar produktif bagi siswa jurusan kuliner dan layanan usaha. Melalui konsep ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi, pelayanan, hingga pengelolaan usaha sesuai standar industri.

Aries menjelaskan, Teaching Factory menjadi jembatan penting antara sekolah dan dunia kerja. Ia menilai SMKN 1 Buduran telah siap dari sisi fasilitas dan konsep pembelajaran.

img_title Komisi E DPRD Jatim Soroti Dominasi Belanja Pegawai Disnakertrans, Capai 67,44 Persen

“Di sini fasilitasnya lengkap, pembelajarannya didukung praktik langsung. Harapannya, siswa punya bekal keterampilan sebelum terjun ke dunia industri,” ujar Aries dalam siaran tertulisnya, Kamis 8 Januari 2026.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap kerja. Selain itu, TEFA juga melatih jiwa kewirausahaan, kerja sama tim, dan tanggung jawab profesional siswa sejak dini.

img_title DPRD Jatim Sorot Anggaran DLH 2027: Belanja Pegawai Capai 71,8 Persen, Program Sampah Minim

Usai peresmian, Aries mengikuti Coffee Morning bersama warga sekolah. Ia juga mencicipi sekaligus memborong produk bakery buatan siswa.

“Rasanya tidak kalah dengan produk hotel atau restoran. Karena melihat langsung prosesnya, saya jadi tertarik mencoba,” katanya.

Aries mengapresiasi para guru dan manajemen sekolah atas inovasi pembelajaran vokasi yang terus dikembangkan. Ia berharap SMKN 1 Buduran dapat menjadi contoh pengembangan Teaching Factory di Jawa Timur.

Dindik Jatim pun terus mendorong sekolah vokasi memaksimalkan TEFA sebagai sarana peningkatan kompetensi dan daya saing lulusan di masa depan.

Laporan: Rachmad Fahrizal Tito/Surabaya