Ular Liar Teror Surabaya, Piton 4 Meter Santap Ayam Warga

Petugas menangkap ular piton
Sumber :
  • DPKP Surabaya

Surabaya, VIVA Jatim-Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya kembali menangkap seekor ular piton sepanjang kurang lebih empat meter di Jalan Kedinding Tengah Jaya, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Minggu, 15 Februari 2026.

img_title Dua Gudang Mebel di Romokalisari Surabaya Terbakar Hebat

Ular berdiameter sekitar 20 sentimeter itu ditemukan di dalam kandang ayam dengan kondisi perut buncit karena telah memangsa unggas milik warga setempat.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, M Rokhim mengatakan, evakuasi satwa liar tersebut berlangsung sekitar pukul 13.51 WIB. 

img_title Geger, Warga Temukan Mayat Bayi Laki-laki di Selokan Wonokromo Surabaya

"Petugas tiba di tempat kejadian pukul 13.56 WIB dan langsung melakukan koordinasi serta proses evakuasi. Ular berhasil diamankan sekitar pukul 14.25 WIB," ujar Rokhim.

Menurutnya, ular jenis piton tersebut ditemukan berada di dalam kandang ayam milik MBH (35). Saat ditemukan, kondisi ular sudah memangsa ayam peliharaan warga.

img_title Surabaya Banjir Lagi Usai Diguyur Hujan Deras, Ketinggian Capai 60 Sentimeter

"Untuk jenisnya ular piton dengan panjang kurang lebih empat meter. Ditemukan di dalam kandang ayam dan sudah makan ayam warga," lanjutnya.

Rokhim memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Ular kemudian diamankan petugas untuk penanganan lebih lanjut.

Fenomena ular masuk ke permukiman warga di Surabaya memang mengalami peningkatan, terutama saat musim hujan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya (BPBD) mencatat, sejak Januari hingga Februari 2026 telah menangani 43 laporan ular masuk ke rumah warga.

Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar menyebut, sepanjang Januari 2026 pihaknya menerima sekitar 81 laporan penanganan satwa liar. Dari jumlah itu, 43 laporan diantaranya merupakan ular, selain buaya, iguana, biawak, monyet, anjing, dan kucing. 

"Ular yang kerap ditangani jenis sanca. Biasanya ditemukan di plafon, lemari, kamar mandi, belakang lemari, selokan, hingga kandang ayam," ujar Arif.

Ia menjelaskan, setelah satu laporan ular ditangani di suatu wilayah, kerap muncul laporan serupa di sekitar lokasi yang sama. Hal ini karena ular sanca mampu bertelur hingga ratusan butir dalam sekali berkembang biak.

Selain itu, kondisi geografis Surabaya yang dilalui sungai seperti Kalimas dan Kali Surabaya juga menjadi faktor pendukung. Saat musim hujan dan volume air meningkat, ular kerap terbawa arus hingga masuk ke selokan dan permukiman warga.

Halaman Selanjutnya
img_title