Rakerkonprov APINDO Jatim 2026 Bahas Strategi Hadapi Tekanan Ekonomi Global

Rakerkonprov Apindo Jatim 2026.
Sumber :
  • Istimewa

Kota Batu, VIVA Jatim-Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) 2026 sebagai langkah strategis memperkuat organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan dunia usaha di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

img_title Emil Dardak Pimpin Misi Dagang ke Sulawesi Utara, Catat Transaksi Rp 1,887 Triliun

Ketua DPP APINDO Jawa Timur, Eddy Widjanarko, menegaskan bahwa penguatan internal organisasi menjadi fokus utama dalam forum ini. Menurutnya, kapasitas kepemimpinan di daerah harus terus ditingkatkan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih merata.

“APINDO harus kuat dari dalam. Kepemimpinan di daerah perlu terus ditingkatkan dan diberi ruang berkembang, karena itu akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya saat pembukaan RAKERKONPROV DPP APINDO Jawa Timur, Rabu, 22 April 2026.

img_title Dubes Yaman Tawarkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi ke Pengusaha Jatim

Eddy menambahkan, APINDO memiliki peran penting dalam mendorong investasi sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja tetap terjaga. Namun demikian, tantangan utama dunia usaha saat ini salah satunya berasal dari struktur upah di Jawa Timur.

“UMK ring 1 Jawa Timur saat ini berada di kisaran Rp5,2 juta. Angka ini sejajar dengan daerah industri seperti Tangerang sekitar Rp5,5 juta, Jakarta Rp5,9 juta, dan Bekasi Rp6 juta. Ini perlu disikapi secara bijak agar tidak menekan dunia usaha,” jelasnya.

img_title Pansus BUMD DPRD Jatim Temukan Banyak Permasalahan Aset

Ia menekankan pentingnya keterkaitan antara upah dan produktivitas sebagai dasar dalam menjaga daya saing industri.

“Upah harus selalu dikaitkan dengan produktivitas. Kita perlu melakukan rebalancing secara terukur melalui dialog konstruktif dengan serikat pekerja,” imbuhnya.

Di tengah tantangan tersebut, peluang investasi tetap terbuka lebar. Hal ini ditandai dengan masuknya industri baru, seperti sektor alas kaki yang mulai berkembang di Ngawi, Nganjuk, dan Lamongan.

“Kita saat ini tidak hanya bersaing dengan luar negeri, tetapi juga antarprovinsi. Karena itu, daya saing harus terus diperkuat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPN APINDO, Sani Iskandar, menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, dan serikat pekerja dalam meningkatkan daya saing nasional.

“Kolaborasi antara APINDO dan serikat pekerja sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga memaparkan bahwa pada 2025 sektor riil menghadapi berbagai tekanan akibat dinamika global, termasuk dampak konflik geopolitik yang memicu lonjakan harga energi, biaya logistik, dan bahan baku industri. Kondisi tersebut turut menekan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga.

Halaman Selanjutnya
img_title