BI Jatim Perkuat Investasi Lewat EJIF 2026
- Rahmat Fajar
Surabaya, VIVA Jatim-Bank Indonesia Jawa Timur menjadikan East Java Investment Forum (EJIF) 2026 untuk menawarkan berbagai proyek strategis kepada calon investor. Di EJIF, para calon investor dapat berdiskusi dengan pemerintah, kamar dagang dan pemilik proyek. Mereka dapat melakukan pencocokan bisnis hingga kunjungan ke lokasi proyek.
EJIF 2026 yang berlangsung pada 1-2 Oktober di Grand City Surabaya ini mengusung tema "Memberdayakan Jawa Timur sebagai Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia melalui Investasi Strategis dan Berkelanjutan" dengan menampilkan sejumlah peluang investasi dan proyek investasi siap tawar (IPRO) di berbagai daerah.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal mengungkapkan peluang investasi yang ditawarkan mencakup sektor manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri, serta industri berkelanjutan dan bernilai tambah lainnya.
Menurut Rifki, di tengah ketidakpastian ekonomi global karena geopolitik yang tidak menentu, maka penguatan investasi sangat penting dilakukan. Tujuannya untuk menjaga ketahanan ekonomi Jawa Timur.
"Jawa Timur memiliki banyak keunggulan," ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menegaskan pasar domestik Jawa Timur sangat besar, mulai dari manufaktur, sumber daya alam dan infrastruktur. Konektivitas ekonomi Jatim juga dinilai dapat menarik para investor. Kekuatan tersebut menjadikan Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan sektor-sektor produktif bernilai tambah.
Lebih lanjut Rifki mengatakan penguatan konektivitas antara investor dan pemilik proyek diperlukan untuk meningkatkan realisasi investasi. Di samping itu juga sebagai upaya memperluas dampak terhadap pembangunan industri dan perekonomian daerah.
Dengan realisasi investasi strategis di Jawa Timur, Rifki berharap bisa mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat konektivitas antardaerah, serta meningkatkan aktivitas ekonomi bernilai tambah secara berkelanjutan.