Unesa Dukung Program SNT, Perkuat Mutu Pembelajaran di Wilayah 3T
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendukung pemerataan pendidikan bermutu melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Dukungan Unesa dilakukan melalui penyiapan dan pendampingan Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP). Bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) lainnya, Unesa memastikan para pendamping memiliki kompetensi akademik dan profesional sebelum ditempatkan di sekolah sasaran.
Program SNT di Kupang dan Tidore merupakan bagian dari 17 lokasi penyelenggaraan SNT di Indonesia. Pada tahap awal, program menyasar jenjang SMP dan SMA dengan masing-masing dua rombongan belajar.
Ketua Tim Program SNT LPTK Unesa, Mochamad Nursalim, mengatakan kesiapan TPP menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program.
Para TPP menjalani seleksi dengan mempertimbangkan kompetensi bidang studi, kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan tempat bertugas.
Anggota Tim Seleksi TPP, Yes Matheos Lasarus Malaikosa, memastikan seluruh pendamping yang lolos telah memenuhi persyaratan.
“Seluruh TPP yang dinyatakan lulus telah mengikuti proses seleksi secara objektif. Para TPP telah memenuhi persyaratan, memiliki kompetensi sesuai bidang studi, dan dinilai layak melaksanakan tugas pendampingan pembelajaran di lokasi SNT masing-masing,” ujarnya.
TPP tidak hanya mendampingi proses pembelajaran, tetapi juga membantu sekolah mengembangkan inovasi, memanfaatkan teknologi pendidikan, serta membangun komunikasi dengan berbagai unsur sekolah.
Koordinator pendampingan SNT Kabupaten Kupang, Andi Kristanto, mengatakan program tersebut dirancang dengan pendekatan terpadu untuk memperkuat mutu pendidikan.
“Program SNT selaras dengan prioritas pemerintah dalam mewujudkan pemerataan mutu pendidikan. Program ini menggunakan pola baru yang mengintegrasikan penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta inovasi pembelajaran,” jelasnya.
Hasil monitoring di Kabupaten Kupang dan Kota Tidore Kepulauan menunjukkan respons positif dari TPP, guru, maupun peserta didik. Para TPP juga telah mengikuti pelatihan dan mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Koordinator Monitoring SNT Kabupaten Kupang, Kartika Rinakit Adhe, mengatakan antusiasme TPP menjadi modal penting dalam menjalankan program.