UT Target Layani Satu Juta Mahasiswa pada 2029
- Rachmad Fahrizal Tito
“Yang paling penting adalah membuktikan bahwa alumni UT punya integritas, kebanggaan akademik, dan reputasi di masyarakat yang membanggakan serta diakui semua pihak,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur UT Surabaya Prof Dr Suparti, M.Pd. menjelaskan, 1.351 peserta wisuda kali ini merupakan bagian dari total 2.340 lulusan. Wisuda di UT bukan kewajiban, melainkan pilihan bagi lulusan yang ingin merayakan pencapaian akademik secara langsung.
Suparti menyebut peserta wisuda harus memenuhi persyaratan administrasi, termasuk membayar biaya Rp750 ribu. Biaya tersebut mencakup perlengkapan wisuda, seperti toga dan tas. UT Surabaya juga terus memperluas akses layanan bagi mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk luar Jawa, yang memilih mendaftar melalui Surabaya.
Kemudahan kuliah juga didukung pemanfaatan teknologi, termasuk automated proctoring (AOP) yang memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari lokasi masing-masing. Pelaksanaan ujian tetap mensyaratkan perangkat yang kompatibel dan jaringan internet yang memadai.
“Tidak ada kata terlambat untuk kuliah di UT. Tidak ada kata tidak bisa kuliah karena ada Universitas Terbuka,” ujar Suparti.
Dari sisi masa studi, rata-rata mahasiswa UT Surabaya menyelesaikan pendidikan dalam delapan semester. Namun, mahasiswa yang mampu mengatur waktu dan menjalankan pembelajaran secara mandiri berpeluang lulus lebih cepat. Suparti mencontohkan lulusan terbaik tahun sebelumnya yang mampu menyelesaikan studi dalam 3,5 tahun dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,98.
Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, UT Surabaya berharap para lulusan mampu menerapkan ilmu untuk meningkatkan kompetensi di dunia kerja dan berkontribusi bagi masyarakat. Perluasan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan karakter lulusan menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.