Bau Menyengat Ungkap Kematian Pria Asal Surabaya di Kamar Kos Kebomas Gresik

Proses Evakuasi Jenazah di Kamar Kos Kebomas Gresik.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim-Bau menyengat dari sebuah kamar kos di Jalan Veteran, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, mengungkap kematian Agus Wijaya (45). Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya pada Senin, 12 Oktober 2026 malam, diduga telah meninggal selama empat hingga lima hari.

img_title Forklift PT Semen Indonesia Dicuri, Pelaku Merupakan Tujuh Karyawan

Penemuan jenazah pria asal Surabaya tersebut bermula dari laporan warga yang mencium bau tidak sedap dari kamar kos korban. Menindaklanjuti laporan itu, petugas Reskrim bersama Unit Patroli Polsek Kebomas mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Kapolsek Kebomas Kompol Tatak Sutrisno mengatakan, petugas kemudian memeriksa kamar korban bersama ketua RT, pemilik kos, dan warga setempat. Saat itu, pintu kamar ditemukan dalam keadaan tertutup dari dalam.

img_title Warga Kebomas Gresik Panik Ledakan Pipa Gas, PGN Pastikan Belum Dialiri Gas

Setelah pintu dibuka, korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai, tepat di depan pintu kamar. Kondisi jenazah yang telah mengeluarkan bau menyengat mengindikasikan korban sudah meninggal beberapa hari sebelumnya.

"Keadaan diketahui sekitar pukul 19.00 WIB setelah ada laporan warga. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut," terangnya.

img_title Gerakan Pangan Murah, Upaya Pemkab Gresik Jaga Harga Sembako dan Inflasi

Kompol Tatak melanjutkan, berdasarkan keterangan saksi bernama Reny, korban terakhir kali terlihat pada Kamis, 8 Oktober 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban Agus sempat mengeluhkan sakit pada bagian lambung.

"Dari keterangan saksi Reny, didapat keterangan bahwa saat bertemu korban, mengeluh sakit lambung. Korban terakhir kali terlihat pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, sekira pukul 09.00 WIB keluar dari kamar kos," ujarnya.

Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas kepolisian juga menemukan obat lambung jenis omeprazole di dalam kamar korban. Temuan obat tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan penyebab kematian Agus.

Petugas kepolisian selanjutnya memasang garis polisi, mengamankan TKP, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan.

Tim identifikasi (Inafis) juga melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Setelah itu, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk pemeriksaan medis lanjutan dan visum et repertum. Kompol Tatak menambahkan, pemeriksaan fisik luar terhadap jenazah tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

"Keterangan petugas pemulasaran RSUD Ibnu Sina Gresik juga menyebutkan tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title