Rektor dan IKA UINSA Komitmen Wujudkan Kampus "Goes to Global"

Pertemuan Rektor UINSA Prof. Masdar Hilmy dengan IKA UINSA.
Sumber :
  • Achmad Faizal/Surabaya

Surabaya, VIVA Jatim-Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Surabaya (IKA UINSA) dan pihak rektorat UINSA bersepakat menjalin komitmen dan kolaborasi yang strategis untuk menjadikan UINSA sebagai kampus Islam bertaraf Internasional.

img_title Prof Masdar Hilmy Jadi Rektor UINSA Surabaya Gantikan Akhmad Muzakki

Komitmen tersebut disepakati dalam forum silaturahim antara kedua pihak yang dilegar di Grha IKA UINSA di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Dalam forum tersebut, hadir Rektor UINSA 2026-2030, Prof Masdar Hilmy beserta jajaran wakil rektor, sedangkan dari IKA UINSA juga hadir langsung Ketua Umum IKA UINSA Ida Fauziyah beserta jajaran pengurus lengkap.

img_title 15 Calon Rektor UINSA Jalani Uji Kelayakan di Hadapan Komisi Seleksi, Ini Harapan FKUP

Ketua Umum IKA UINSA Ida Fauziyah dalam paparannya mengatakan seluruh sumberdaya IKA UINSA siap mendukung semua program Rektor UINSA untuk menjadikan UINSA kampus yang mendunia sebagaimana visi dan misi rektor.

"Kami yakin dengan kolaborasi yang baik dengan alumni, mimpi tersebut tidak sulit karena alumni punya sumberdaya yang memadai," kata anggota Komisi VI DPR RI ini.

img_title Pertama di Indonesia, UINSA Buka Prodi Magister Manajemen Turats

Adapun menurut Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy, secara prinsip, kampus siap untuk berkolaborasi dengan IKA UINSA demi menjadikan UINSA sebagai kampus "Goes to Global".

"Kami sangat bersyukur mendapatkan dukungan dari unsur alumni. Bagaimana pun juga alumni adalah bagian penting dari UINSA," ujarnya.

Dia meminta agar IKA UINSA tidak segan-segan mengingatkan apabila dalam melaksanakan tugas sebagai Rektor melenceng dan tidak sesuai harapan masyarakat.

"Tegur saya, silahkan tegur saya jika saya melenceng," katanya.

Dalam forum tersebut juga sempat disinggung berbagai hal terkait hubungan kerja antara alumni dengan kampus yang selama ini mengalami kebuntuan, di antaranya dari urusan data alumni hingga sekretariat IKA di dalam kampus.

"Kami akan segara mengkaji dan menelaah apakah kantor yang lama masih layak atau butuh kantor yang lebih representatif. Untuk data alumni, ke depan kami akan perbaiki administrasi dan menyerahkan data-data alumni sesuai dengan kebutuhan IKA UINSA," tutup Prof Masdar.