Pemprov Jatim Berdayakan Difabel Lewat Pelatihan Enterpreneurship

Momen Gubernur Khofifah bersama penyandang disabilitas
Sumber :
  • Nur Faishal/Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Pemprov Jawa Timur terus melakukan penguatan keterampilan dan skill entrepreneurship bagi seluruh masyarakat. Tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas atau difabel agar berdaya dan mandiri secara ekonomi.

img_title Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Pemprov Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, total sudah ada 360 orang penyandang disabilitas yang mendapatkan program pelatihan start up, pendampingan rintisan usaha, memulai bisnis, hingga pemasaran produk.

Pelatihan start up ini dilakukan di sejumlah daerah. Antara lain Kab. Jember, Kota Pasuruan, Kab. Jombang, Kab. Ngawi, Kab. Madiun, Kab. Trenggalek, Kab Tulungagung, Kab. Situbondo dan Kab. Banyuwangi.

img_title 73 Tahun KPU, saat Demokrasi Harus Mengetuk Pintu, Bukan Hanya Menunggu di TPS

Terkait hal ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pelatihan tersebut adalah upaya nyata untuk membangun ketahanan ekonomi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan utamanya para disabilitas. Sehingga, bisa menjadi penguatan agar mereka bisa berdaya secara ekonomi dan mandiri.

"Kegiatan pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan para saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Dan harapannya usai pelatihan akan banyak pelaku start up dari penyandang disabilitas," ungkap Khofifah, dalam keterangan tertulis yang diterima Viva Jatim, Jumat, 6 Oktober 2023.

img_title Kreasi Pemuda Tanpa Batas Surabaya Beri Pengobatan Gratis Ratusan Lansia dan Difabel

Khofifah menjelaskan, pelatihan yang diberikan bermacam-macam bentuknya. Misalnya di Jember, penyandang disabilitas diajarkan untuk membuat batik, di Pasuruan pembuatan frozen food. Ada juga kriya tangan, pembuatan kue basah, dan lain sebagainya.

Materi pelatihannya juga tidak hanya terkait proses produksi saja, namun juga standarisasi produk, penguatan digital marketing, hingga pemanfaatkan aplikasi digital untuk membuat materi promosi seperti menggunakan canva.

Tak hanya itu, para penyandang disabilitas juga diajak untuk belajar berjualan melalui e-commerce Indonesia. Termasuk strategi berjualan tanpa modal sebagai dropshipper juga diajarkan pada mereka.

"Hal ini bertujuan agar para pelaku usaha disabilitas ini nantinya juga bisa go digital Sesuai perkembangan teknologi saat ini. Sehingga usaha mereka juga bisa naik kelas," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan Gubernur Khofifah, pelatihan yang diberikan Pemprov Jatim melalui Dinas Koperasi dan UMKM Jatim bukan hanya pada mereka yang belum punya usaha. Mereka yang sudah memiliki usaha skala rumahan atau tingkat kecil hingga menengah juga bisa mengikuti pelatihan agar mampu upscale usahanya.

Halaman Selanjutnya
img_title