Sejahtera Berkat Sapi Perah
- Nur Faishal/Viva Jatim
Kendati sempat didera penyakit mulut kuku (PMK), namun para peternak sapi perah di Kampung Brau tak patah arang. Mereka tetap bangkit. Saat ini, lanjut Munir, produksi susu di Kampung Brau kurang lebih 5.000 liter setiap hari. Itu masih kurang dari permintaan pasar yang berjumlah sekira 10 ribu liter setiap hari.
Pun demikian dengan produksi mozzarella di Kampung Brau. Sementara ini jumlah produksinya terpaksa harus dibatasi karena bahan bakunya yang terbatas. Padahal, kata Munir, permintaan dari luar negeri atau ekspor mozarella produksi Kampung Brau sudah ada. "Tapi belum bisa kami penuhi karena bahan bakunya terbatas," ujarnya.
Kampung Brau adalah satu di antara penghasil susu dan turunannya di Kota Batu. Berdasarkan data Dinas Peternakan kota setempat, hingga saat ini terdapat 9.356 ekor sapi perah. Sementara untuk sapi potong sebanyak 3.249 ekor. Mengingat besarnya pendorong bagi kesejahteraan masyarakat, Pemkot Batu pun memperhatikan betul anggaran untuk peternakan, termasuk sapi perah.
Selain di Batu, Kabupaten Malang juga memiliki banyak titik penghasil susu sapi. Di antaranya di Pujon. Di kecamatan ini ada salah satu koperasi, salah satu pemasok susu ke Nestle. Namanya Koperasi Susu Sinau Andandani Ekonomi atau Koperas SAE. Selain peternakan, koperasi ini juga mengembangkan usaha produk-produk penganan dengan bahan dasar susu.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melihat itu sebagai potensi besar untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya di Kota Batu dan Malang, tapi juga kabupaten/kota lainnya penghasil susu sapi perah, juga sapi potong. Karena itu, begitu penyakit mulut dan kuku (PMK) masuk ke Jatim dan menyebar dengan cepat, Pemprov Jatim langsung melakukan upaya pencegahan dan pegobatan dengan cepat.
Vaksinasi PMK di sentra peternakan Koperasi SAE Pujon, Malang.
- Nur Faishal/Viva Jatim
Salah satunya dengan mengoptimalkan kegiatan vaksinasi PMK. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Indyah Aryani, mengatakan, secara nasional, vaksinasi PMK di Jatim saat ini sudah dinyatakan dalam kondisi membaik. "Kalau kemarin kita dalam kondisi wabah, sekarang dalam kondisi tertular," katanya saat meninjau program vaksinasi PMK di Koperasi SAE Pujon, Malang.