Dianggap Sebagai Aib Keluarga, Masih Ada Pemasungan Sebanyak 68 ODGJ di Tulungagung

Ilustrasi ODGJ sedang dipasung
Sumber :
  • Viva Jatim/Madchan Jazuli

"Dari 32 puskesmas yang menangani ODGJ, total ada 2.613 orang. Rata-rata karena depresi," terang Heru.

Dinkes Tulungagung tidak menampik, kondisi diperparah masih adanya stigma sebagian masyarakat yang mengganggap penderita ODGJ merupakan sebuah aib. Alhasil, berujung pada tindakan disembunyikan ODGJ supaya tidak diketahui oleh masyarakat serta pada akhirnya terjadi pemasungan.

Heru menegaskan, pemasungan bukan sebuah solusi atas penderita ODGJ, akan tetapi, akan memperparah kondisi kejiwaan dari penderita ODGJ sendiri. Sehingga membuat pengobatan penderita ODGJ semakin terhambat penanganannya.

"Sebab disembunyikan, Dinkes menjadi sulit untuk mendeteksi, termasuk dalam penanganan juga terlambat," jelasnya.

Disinggung soal apakah penderita ODGJ bisa disembuhkan, Heru menyebut sebenarnya  enam bulan setelah seseorang didiagnosis menderita ODGJ, orang tersebut seharusnya segera mendapatkan penanganan yang tepat sesuai standar. Disaat itu, masih ada kemungkinan penderita ODGJ masih bisa disembuhkan. Namun apabila penanganan maupun pengobatan melebihi waktu tersebut, penderita ODGJ akan sulit diobati.

Tidak dipungkiri, menurut Heru pengobatan penderita ODGJ bukanlah perkara yang mudah. Kendati demikian, tetap saja kemungkinan untuk sembuh masih ada, mengingat sudah ada ODGJ yang bisa mandiri dan mulai hidup normal.

"Ada beberapa ODGJ saat ini sudah mandiri, bahkan bisa mendapatkan beasiswa untuk sekolah ke luar negeri," tutupnya.