Banjir di Mojokerto Rendam 65 Hektare Sawah, Rumah dan Fasum
- VIVA Jatim/M Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim – Hujan deras mengguyur wilayah Mojokerto menyebabkan Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, kembali diterjang banjir. Banjir merendam 65 hektare sawah, rumah dan fasiltas umum (fasum).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, banjir mulai terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan pada Kamis, 27 Februari 2025 sekitar pukul 23.00 WIB.
“Penyebab banjir karena curah hujan tinggi di wilayah Jombang dan klep irigasi persawahan tidak berfungsi,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA Jatim, Jumat, 28 Februari 2025.
Menurut Khakim, banjir merendam rumah penduduk sekitar 10-20 cm dan jalan Dusun Bekucuk 50-70 cm. Sedangkan di tempat ibadah, TK Pembina Bangsa dan halam Kantor Desa Tempuran mencapai 15-30 cm.
Sedikitnya ada 37 rumah di Dusun Bekucuk dan 5 rumah di Desa Tempuran. Total sebanyak 42 rumah yang diterjang banjir menjelang bulan Suci Ramadan ini.
“Lahan Pertanian di Dusun Bekucuk 35 hektare dan Dusun Tempurwan 30 hektare yang terdiri dari pertanian padi dan tebu,” katanya.
Tim BPBD Mojokerto telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganannya. “Pada pukul 09.50 WIB, tren air mengalami kenaikan perlahan,” pungkasnya.