Demo di Tulungagung Hari Ini Ditunda
- Istimewa
Tulungagung, VIVA Jatim – Demonstrasi yang dijadwalkan digelar oleh kelompok massa pada Kamis, 4 September 2025, resmi ditunda. Hal itu diputuskan setelah perwakilan pengunjuk rasa berembuk bersama Forkopimda setempat.
Penundaan demo tersebut diunggah pihak pendemo melalui mèdia sosial. Bunyinya begini:
BREAKING NEWS!!!!
Hasil pertemuan Bapak Bupati @gatutsunu, Ketua DPRD Kab. Tulungagung @marsono_1965, dan Kapolres Tulungagung @mtaatr bersama para Korlap aksi, disepakati dengan mempertimbangkan situasi kamtibmas terkini, maka rencana unjuk rasa yang semula akan dilaksanakan hari ini Kamis, 4 September 2025 dinyatakan:
RESMI DITUNDA SAMPAI SITUASI KAMTIBMAS DINYATAKAN KONDUSIF. Mari bersama menjaga Tulungagung agar senantiasa tertib, aman, ayem, tentrem, guyub, rukun.
#JagaIndonesia #JogoTulungagung
Sebelumnya, ada kabar demonstrasi bakal digelar oleh kelompok tertentu di Kabupaten Tulungagung pada Kamis, 4 September 2025. Pihak kepolisian sudah menerima surat pemberitahuan dan menyiapkan pengamanan, termasuk menyiagakan personel Brimob.
"[Surat] Pemberitahuan ada tanggal 4 itu seperti yang teman-teman sudah dapatkan, [demo] itu tanggal 4 September. Kita siap total di Polres Tulungagung," kata Kepala Polres Tulungagung Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Taat Resdi, Rabu, 3 September 2025.
Namun, dia tidak menjelaskan rinci berapa personel yang disiapkan untuk mengamankan jalannya aksi. Tapi ia memastikan bahwa personel dari Brimob juga diterjunkan.
Taat mengatakan, kepolisian tidak melarang unjuk rasa yang digelar oleh masyarakat. Kata Taat, polisi tidak boleh melarang. Sebab, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Namun, lanjut dia, penyampaian pendapat tidak boleh dilakukan secara anarkis.
"Yang kita larang aktivitas yang melanggar hukum bukan hanya kita larang tapi kita tindak tegas," ujarnya.
Taat mengimbau kepada masyarakat kalau ada provokasi untuk melanggar hukum, memperkeruh suasana baik di dunia nyata atau medsos berani untuk mengatakan tidak serta berani mengingatkan.
"Saya pesan kepada peran orang tua perhatikan betul karena beberapa kajian di daerah justru yang diajak itu anak anak di bawah umur SMP, SMA termasuk di kota kota besar banyak anak di bawah umur," pesannya.