Diskusi Sastra di Komunitas Gang Sebelah

Diskusi tentang sastra di komunitas Gang Sebelah Gresik.
Sumber :
  • Dokumen Komunitas Gang Sebelah.

Gresik, VIVA Jatim – Sapa Sastra 2025 inisiatif untuk memperkuat ekosistem sastra lokal melalui forum diskusi, pertunjukan seni, dan kompetisi literasi di gelar Yayasan Gang Sebelah di Halaman Cafe Sualoka Hub, Kampung Kemasan, Gresik.

img_title Kopdarcab III Driver Ambulans Digelar di Gresik, Perkuat Jaringan Kemanusiaan

Diskusi Publik Sastra: Ekosistem, Etika, dan Aktivasi menghadirkan tiga narasumber Yogi Ishabib, Penulis, Peneliti, dan Dosen Kajian Budaya Universitas Ciputra. Lalu, Imam Muhtarom Sastrawan, Dosen Sastra Universitas Singaperbangsa Karawang, dan Kurator Sastra Borobudur Writers & Cultural Festival dan Dewi Musdalifah Sastrawan, Pendidik, dan Pembina Yayasan Gang Sebelah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Komunitas Sastra Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI dengan melibatkan beragam pelaku lintas sektor, sastrawan, komunitas seni, akademisi, dan masyarakat umum. 

img_title Peredaran Miras Ilegal di Gresik Utara Dibongkar, Ratusan Botol Disita Polisi

Hasil diskusi menjadi dasar bagi diskusi publik pada hari kedua kegiatan. Hari pertama ditutup dengan pemutaran film alih wahana sastra hasil produksi Komunitas Gresik Movie, yang mengeksplorasi pendekatan kreatif dalam mentransformasikan teks sastra ke medium sinema.

Ketua Yayasan Gang Sebelah Hidayatun Nikmah mengatakan, diskusi publik yang dilaksanakan tersebut, merupakan rangkaian dari agenda yang digelar dalam dua hari pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, 18-19 Oktober 2025 kemarin.

img_title Dalang Cilik Gresik Wakili Jatim di Festival Nasional 2026, Harapkan Dukungan Pemkab

Program ini adalah upaya untuk menjembatani antara karya sastra dengan pembaca. Karena selama ini, diseminasi buku sastra masih belum optimal. Komunitas sastra berperan sebagai ujung tombak yang akan menyebarluaskan karya sastra, dengan cara mendiskusikan dan mengalihwahanakannya.

"Sapa sastra ini bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Mulai Hari Sabtu kemarin, dengan sebelumnya ada Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti 30 orang. Rumusan hasil FGD kemarin itulah, yang kemudian diperbincangkan pada malam ini dengan menghadirkan tiga orang narasumber," ungkapnya kutip Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam dua hari penyelenggaraan kegiatan, ada beberapa poin yang dikantongi oleh pihak panitia dari para sastrawan, dan juga gen z di Kabupaten Gresik yang menggemari sastra. Yakni, mengenai perkembangan sastra di Gresik.

"Salah satu keresahan, di Gresik belum ada penerbit yang secara rutin menerbitkan buku-buku karya sastra. Padahal, jumlah penerbit di sini banyak. Bahkan, tidak jarang para sastrawan Gresik harus lari ke kota lain, hanya untuk penerbitan hasil karyanya," tutur Hidayatun.

Sementara Ketua Dewan Kebudayaan Gresik (DKG) Irfan Akbar Prawiro menjelaskan tidak hanya mengenai penerbitan, namun pihak Yayasan Gang Sebelah juga mendapati masukan mengenai minimnya penyelenggaraan even-even kesenian, khususnya sastra di Kabupaten Gresik. Termasuk, gen z penggemar sastra yang memilih untuk meluangkan waktu secara daring, ketimbang terlibat dalam kegiatan sastra konvensional.

"Harapan kami, bagaimana sastra ini, terutama di Gresik, dapat diperbincangkan dari hulu ke hilir. Rencananya, setelah ini kami akan merumuskan dan catatkan ke dinas terkait untuk dipikirkan, sehingga sastra dapat dipraktekkan secara sistematis," terangnya.

Salah seorang peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Kuni Qurota A (25), mengaku, sangat senang bisa mengikuti kegiatan yang sudah lama cukup didambakan olehnya. Agenda-agenda kesenian, khususnya sastra, dapat lebih sering diadakan di Gresik. Dengan tentunya, dihadiri oleh lebih banyak penulis dan pegiat literasi.

"Terus terang, saya sangat senang, karena jarang banget ada kegiatan seperti ini di Gresik. Semoga ke depan sering diadakan, dan juga lebih banyak penulis lagi yang akan datang ke Gresik untuk acara-acara seperti ini," harapnya.

Selain diskusi, juga digelar Lomba Baca Puisi Tingkat SD/Sederajat se-Kabupaten Gresik pada Minggu, 19 Oktober 2025. Melalui lomba ini, anak-anak diajak menumbuhkan kecintaan terhadap sastra sekaligus melatih ekspresi dan kepercayaan diri.