Di Balik Pertemuan Prabowo dan Megawati

Dr. Muria Endah Sokowati, S.IP., M.Si.
Sumber :
  • Dokumen Dr. Muria Endah Sokowati, S.IP., M.Si.

Konteks Guruh Soekarnoputra memberikan lapisan lain yang tak terpisahkan. Guruh bukan hanya adik Megawati, melainkan juga putra bungsu Presiden Soekarno. Dengan demikian, rumah duka tersebut sekaligus bersentuhan dengan memori sejarah Republik. Presiden Republik Indonesia saat ini datang memberikan penghormatan kepada keluarga Presiden pertama dan diterima oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia. Di sekitar mereka hadir pula Ketua DPR, Wakil Ketua DPR, serta sejumlah pejabat dan tokoh partai.

img_title Prabowo Terima KartaNU di Penutupan Muktamar ke-35 NU, Soroti Keanggotaan Seumur Hidup

Namun, semua kedudukan formal tersebut untuk sementara berada dalam konteks yang sangat manusiawi: sebuah keluarga sedang kehilangan salah satu anggotanya. Pada titik itu, politik, sejarah, dan kemanusiaan bertemu dalam satu ruang.

Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.

Photo :
  • Istimewa

img_title Partai Rakyat Indonesia Dukung Program Pemerintah Prabowo dalam Pembangunan

Lalu, apa yang dapat dimaknai dari pertemuan tersebut?

Jika seluruh konteks itu dibaca bersama, pertemuan Prabowo dan Megawati tampaknya sulit ditempatkan semata-mata sebagai kunjungan takziah. Takziah memang menjadi konteks utama yang memungkinkan perjumpaan itu berlangsung dalam suasana yang lebih personal. Namun, posisi kedua tokoh, figur-figur yang hadir bersama mereka, percakapan yang menurut Puan Maharani juga menyentuh persoalan bangsa dan negara, serta rencana untuk kembali bertemu menunjukkan bahwa perjumpaan tersebut memiliki dimensi politik yang tidak dapat diabaikan.

img_title Muktamar NU ke-35 Resmi Dibuka Prabowo, Kiai Imjaz Disebut Kandidat Penentu Ketum PBNU

Di titik inilah pertemuan itu dapat ditafsirkan sebagai bentuk kesepahaman politik. Kesepahaman yang dimaksud tentu tidak harus berupa kesepakatan formal tentang koalisi, pembagian kekuasaan, atau perubahan posisi PDI Perjuangan terhadap pemerintahan. Tidak ada informasi publik yang cukup untuk menarik kesimpulan sejauh itu. Kesepahaman politik dapat hadir dalam bentuk yang lebih mendasar: kesediaan dua kekuatan politik untuk menjaga komunikasi, mengakui ruang masing-masing, dan membuka kemungkinan untuk pembicaraan lebih lanjut mengenai persoalan bangsa dan negara.

Rencana pertemuan berikutnya membuat tafsir tersebut semakin menarik. Sufmi Dasco Ahmad dan Puan Maharani telah menyampaikan bahwa pertemuan lanjutan sedang dijadwalkan. Dengan nada yang lebih cair, Dasco menyebut nasi goreng yang biasanya menjadi bagian dari perjumpaan Prabowo dan Megawati belum sempat tersaji karena kunjungan saat itu berlangsung sebelum waktu makan malam. Said Abdullah bahkan berharap pertemuan berikutnya dapat berlangsung pada 17 Oktober, bertepatan dengan ulang tahun Prabowo.

Halaman Selanjutnya
img_title