Anak Berbakat di Tangan Guru PAUD Hebat
- Humas Pemprov Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Guru pertama adalah titik awal anak-anak menemukan bakat dan minatnya. Bila dididik dan dituntun dengan baik, maka bakat dan minat itu bisa terasah sehingga anak-anak kelak bisa menjadi pribadi yang hebat. Sebab itu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) juga harus memiliki kemampuan yang hebat.
"Kami percaya hanya guru yang hebat yang bisa melahirkan anak-anak yang hebat," kata Ketua Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (DPD PP PAUD) Jawa Timur Isye Adhy Karyono saat membuka workshop Pembentukan Guru Hebat di Sekretariat Daerah Jatim di Surabaya Kamis kemarin, dikutip VIVA Jatim pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Dia menjelaskan, ada hubungan erat antara kualitas guru dengan kesuksesan murid atau pelajar. Lebih-lebih guru PAUD dan TK yang bersentuhan dengan anak-anak usia dini. “Pendidikan untuk anak-anak di usia golden age ini akan bisa membentuk karakter anak-anak kita,” tutur Isye.
Dia menuturkan, guru PAUD memegang peran penting bagi masa depan anak-anak generasi penerus bangsa. Pengembangan kompetensi bagi para guru PAUD menjadi hal yang tidak bisa dikesampingkan.
"Perlu diingat yang berada di Garda terdepan dalam proses itu salah satunya adalah para pendidik anak usia dini, yaitu para guru," tandas Isye.
Dia menambahkan, seluruh guru TK dan PAUD harus mendapatkan pemahaman mendalam tentang pendekatan belajar yang holistik, eksploratif, dan berbasis karakter. Artinya, pembelajaran mendalam di PAUD bukan hanya sekadar metode, tetapi menjadi filosofi dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak.
"Kami berharap para guru peserta workshop dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dalam praktik pembelajaran di masing-masing TK," katanya.
Isye memaparkan, workshop digelar sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para guru pada jenjang pendidikan anak usia dini. Selain itu, juga bertujuan memberikan ruang bagi para pendidik untuk membangun, berbagi pengalaman, serta mendapatkan pembekalan terkait strategi pembelajaran mendalam terkait tipe learning.
"Tidak hanya mengedepankan aspek kognitif, tetapi juga emosional dan nilai-nilai kehidupan," katanya.