Penjelasan Mengapa Makanan Harus Mengandung Nutrisi
- Istimewa
Blitar, VIVA Jatim-Kepala Instalasi Gizi RSUD dr Iskak Tulungagung Ratih Puspitaningtyas menjelaskan pentingnya kandungan nutrisi dalam setiap sajian Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengatakan bahwa nutrisi penting karena akan mempengaruhi terhadap pertumbuhan anak, ibu hamil dan menyusui.
“Kombinasi yang tepat antara karbohidrat, protein, sayur-mayur, buah-buahan, dan lemak sehat tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal,” ujar Ratih Puspaningtyas dalam sosialisasi MBG di Gedung Desa Suru, Kecamatan Doko, Blitar dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Agustus 2025.
Ia juga menggarisbawahi peran penting kerja sama antara MBG dan para ahli gizi, yang memperkuat program ini dalam menyajikan makanan yang seimbang dan bernutrisi. Dengan perencanaan menu yang teliti serta dukungan dari tenaga profesional, Ratih berharap MBG dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka stunting dan mendorong tumbuh kembang anak yang lebih sehat dan cerdas.
Anggota Komisi IX DPR RI Heru Tjahjono mengajak masyarakat untuk mendukung penuh MBG yang menjadi program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Tujuan utama dari program MBG yaitu untuk dapat mengurangi angka stunting dan malnutrisi di masyarakat dan dapat membantu pemberian asupan gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan peserta didik dari PAUD hingga SLTA/SMK,” ucap Heru.
Heru juga mengungkapkan bahwa program MBG tidak hanya difokuskan pada penurunan angka stunting, tetapi juga merupakan langkah strategis yang memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di Kabupaten Blitar.
“Pentingnya kecukupan gizi yang seimbang menjadi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, untuk itu program MBG menjadi krusial dan penting,” tambah Heru.
Perwakilan BGN, Achmad Kudori menyampaikan bahwa program MBG mengusung misi besar dalam mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Blitar.
“Melalui pendirian dapur komunitas atau SPPG, program ini membuka peluang kerja baru dan mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar. Kini baru ada 6 SPPG yang beroperasi di Kab. Blitar, sehingga masih banyak penerima manfaat yang belum terjangkau,” ungkap Achmad.