Siapkan Mulai Sekarang, Ini Tips Berwisata Aman Libur Nataru Saat Hadapi Cuaca Esktrem
- Nur Faishal/ Jatim Viva
Surabaya, VIVA Jatim-Sebentar lagi, libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan tiba. Biasanya, banyak masyarakat yang telah merencanakan liburan ke tempat-tempat wisata. Namun cuaca ekstrem akhir-akhir ini yang melanda beberapa wilayah di Indonesia membuat mereka harus ekstra berhati-hati demi keselamatan.
Cuaca ekstrem tentu akan mengganggu suasana liburan. Bahkan jika tidak diantispasi dengan baik, liburan bisa mendatangkan petaka.
Dosen D4 Destinasi Pariwisata, Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR), Novianto Edi Suharno memberikan sejumlah panduan berdasarkan pengamatan dan analisis terkini. Ia menekankan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama daripada rencana perjalanan.
“Prinsip utamanya ya kita harus mengutamakan keselamatan terlebih dahulu, bukan lagi rencana perjalanan wisatanya. Kemungkinan kita masih juga punya waktu untuk mengunjungi di lain waktu atau lain bulan,” ujarnya dalam siaran pers Unair, Senin, 8 Desember 2025.
Novianto menyarankan mereka yang merencanakan liburan pada momen Nataru perlu melakukan pemantauan terhadap informasi dari BMKG, khususnya untuk wilayah destinasi tujuan. Kemudian pemilihan sarana transportasi juga perlu dipertimbangan secara matang, dengan memprioritaskan moda yang relatif aman.
Aspek akomodasi juga perlu perhatian khusus. Ia merekomendasikan untuk memilih tempat menginap dengan kebijakan pembatalan dan pengembalian dana yang fleksibel.
“Bisa kereta api misal, kemudian kalau pakai kendaraan pribadi, disesuaikan jenis kendaraan dengan destinasi, kalau ke gunung jangan pakai sedan. Kemudian pilih pemesanan akomodasi yang fleksibel untuk pembatalan dan refund. Jadi karena cuaca yang sulit diprediksi kita bisa pilih last minute booking saat kondisi cuaca sudah jelas,” jelasnya.
Dalam pemilihan destinasi, menurutnya destinasi indoor seperti museum, pusat perbelanjaan, galeri seni, atau pertunjukan dalam gedung dinilai lebih resilien.
“Kalau ke alam itu usahakan memiliki kawasan konservasi yang memang sudah memiliki manajemen konservasi, tata kelola yang baik jadi infrastrukturnya itu jelas ada rute evakuasi dan juga punya peringatan dini untuk bencana,” ujarnya.
Di samping itu, tambahnya, penting bagi wisatawan memahami protokol keamanan, terutama ketika menghadapi cuaca ekstrem ketika tiba di destinasi wisata.