Endokrinolog : Terapi Dislipidemia Efektif Turunkan Kadar Kolesterol Jahat
- Mokhamad Dofir
Surabaya, Viva Jatim – Terapi dislipidemia berbasis kombinasi dinilai efektif menurunkan kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein Cholesterol (LDL-C), terutama pada pasien diabetes yang berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.
Hal itu diungkapkan seorang ahli endokrinologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetomo Surabaya, Dr Soebagijo Adi Soelistijo, dalam peluncuran terapi kombinasi dosis tetap (fixed-dose combination/FDC) untuk dislipidemia yang digelar Daewoong Pharmaceutical Indonesia di Surabaya, Minggu, 1 Februari 2026.
Forum ini dihadiri 100 tenaga medis se-Jawa Timur, yang juga membahas perkembangan terbaru terapi kombinasi Ezetimibe dan Rosuvastatin.
"Ketika disertai diabetes, risiko penyakit kardiometabolik meningkat secara signifikan sehingga memerlukan pengelolaan kolesterol yang lebih ketat," kata Dr Soebagijo.
Menurutnya, terapi monoterapi statin atau pengobatan tunggal sering kali memiliki keterbatasan dalam mencapai target LDL-C pada pasien diabetes.
"Sehingga terapi kombinasi sejak dini, yang secara simultan menghambat sintesis dan absorpsi kolesterol menjadi strategi yang sangat penting," lanjutnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Surabaya, Dr Suryono menambahkan, pengendalian dislipidemia di lapangan masih menghadapi banyak kendala.
"Dalam praktik klinis sehari-hari, pengobatan kerap kali belum optimal atau tidak terkontrol dengan baik. [Sehingga] terapi dislipidemia berbasis kombinasi dosis rendah dari Daewoong akan berperan penting dalam menjawab tantangan kompleks penyakit kardiometabolik," ujar dia.
Kepala Divisi Kardiologi dan Kedokteran Vaskular RSUD Dr Soetomo, Profesor Yudi Her Oktaviono lebih lanjut mengungkapkan, sebagian besar pasien jantung koroner di Indonesia masih memiliki kadar LDL-C di atas target.
"Sekitar 91,5% pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C kategori risiko sangat tinggi, yaitu 55 mg/dL," ujarnya.
Oleh karena itu dia menegaskan, terapi kombinasi sejak dini dengan efektivitas yang telah terbukti merupakan strategi rasional untuk menjembatani kesenjangan terapi dan secara signifikan meningkatkan prognosis pasien.
Terapi kombinasi yang diluncurkan Daewoong menggabungkan Rosuvastatin untuk menekan produksi kolesterol di hati dan Ezetimibe untuk menghambat penyerapan kolesterol di usus.
Kombinasi ini memberikan efek penurunan LDL-C yang lebih kuat dibandingkan monoterapi, dengan dosis yang tetap aman.