GJLS: Berapi-Api Hadirkan Komedi dan Kisah Persahabatan Petugas Damkar

Promo film GJLS: Berapi-Api di Surabaya
Sumber :
  • VIVA Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Film komedi aksi GJLS: Berapi-Api menyambangi Kota Pahlawan melalui rangkaian special screening di Royal XXI Surabaya, Sabtu, 24 Oktober 2026. Film produksi Amadeus Sinemagna ini ingin menjangkau penonton lebih luas, tidak hanya kalangan penggemar grup komedi GJLS.

img_title Rustini Muhaimin Sebut Film Na Willa Sarat Nilai Kemanusiaan

Co-Producer GJLS: Berapi-Api, Fiqi Wandiya Septa Pratama, mengatakan film tersebut merupakan kelanjutan dari GJLS: Ibuku Ibu-Ibu. Namun, kali ini tim produksi ingin menghadirkan komedi yang dapat dinikmati masyarakat di luar komunitas penggemar GJLS.

Menurut Fiqi, film sebelumnya cenderung menyasar penonton yang sudah mengenal GJLS. Sementara GJLS: Berapi-Api dirancang agar komedi yang dibawakan Rigen, Rispo, dan kawan-kawan bisa diterima lebih banyak kalangan.

img_title Pengamat Prediksi Film Merah Putih One For All Cepat Turun Layar di Surabaya

“Untuk GJLS: Ibuku Ibu-Ibu itu sebetulnya segmented penontonnya. Jadi, yang bisa menikmati rata-rata GJLSer. Nah, di GJLS: Berapi-Api ini, kami ingin penonton di luar GJLSer juga paham betul tentang komedi-komedi dari Rigen, Rispo, dan kawan-kawan,” kata Fiqi saat ditemui di Surabaya.

Dia mengaku bersyukur special screening di Surabaya mendapat sambutan positif dari penonton. Meski demikian, Fiqi mengatakan pihaknya menyerahkan pencapaian dan target penonton kepada masyarakat.

img_title 7 Rekomendasi Film Komedi Terbaik Spesial Akhir Pekan, Dijamin bikin Ngakak!

“Kami sebagai filmmaker ingin sekali diapresiasi dengan hasil karya kami. Akhirnya, untuk ekspektasi dan target, kami serahkan saja ke penonton. Apa pun hasilnya, kami bersyukur,” ujarnya.

Fiqi menambahkan, rangkaian roadshow GJLS: Berapi-Api telah menyambangi sejumlah kota, mulai dari Sukabumi, Bandung, Sumedang, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, hingga Kediri sebelum tiba di Surabaya.

Setelah Surabaya, tim produksi dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Malang untuk menggelar gala premiere. Fiqi juga berharap film tersebut bisa membuka jalan bagi kelanjutan cerita GJLS.

“Mudah-mudahan kami bisa siap-siap lagi untuk GJLS 3,” tuturnya.

Sementara itu, Carissa Perusset, pemeran Komandan Bonita, mengungkapkan GJLS: Berapi-Api menjadi film komedi ketiganya. Bekerja bersama para komika GJLS memberikan pengalaman tersendiri, terutama karena banyak adegan melibatkan improvisasi.

“Seru banget syuting sama mereka. Mereka juga serius banget. Walaupun ada improvisasi, justru itu yang bikin seru. Saya belajar banyak dari mereka,” kata Carissa.

Carissa menyebut tantangan terbesarnya selama proses syuting adalah menahan tawa. Para pemain juga harus mengikuti workshop untuk mendalami karakter dan situasi yang dihadapi dalam film.

Dia turut mengapresiasi adegan latihan pemadam kebakaran yang melibatkan api sungguhan. Dalam adegan tersebut, para pemain menjalani situasi yang menyerupai latihan pemadam kebakaran di dunia nyata.

Pengalaman itu juga dijelaskan Khairul Umam, yang terlibat sebagai pemeran sekaligus pemadam kebakaran sungguhan yang membantu proses produksi.

Khairul mengatakan sejumlah adegan dalam film mengacu pada standar pendidikan dan pelatihan pemadam kebakaran. Para pemain menjalani workshop sekaligus mempraktikkan prosedur menghadapi api.

“Beberapa scene di film itu memang mereka workshop dan praktiknya benar-benar menghadapi api sungguhan. Itu memang yang dipraktikkan dalam film dan sesuai standar diklat damkar,” ujar Khairul.

Menurutnya, proses pengambilan gambar menghadirkan tantangan tersendiri. Para pemain harus menyesuaikan gerakan dengan aba-aba action dan cut, sementara perlengkapan pemadam kebakaran yang digunakan memiliki bobot cukup berat.

Meski demikian, pengalaman tersebut membuat para pemain merasakan langsung suasana bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran.

Disutradarai Monty Tiwa, GJLS: Berapi-Api mengikuti kisah tiga sahabat yang bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran. Trio yang diperankan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir itu harus menghadapi berbagai tugas tak terduga yang jauh dari kesan heroik.

Di balik kekacauan dan situasi absurd yang memancing tawa, film ini juga mengangkat persahabatan, perjuangan menghadapi kegagalan, serta kehidupan orang-orang yang kerap diremehkan oleh lingkungan sekitarnya.

Selain ketiga personel GJLS, film ini dibintangi Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Inayma, Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, Sadha Triyudha, dan Khairul Umam.