Melihat Kesengsaraan Warga Gaza, Kaktus pun Jadi Makanan karena Dilanda Kelaparan

Warga Gaza terpaksa makan kaktus karena kelaparan
Sumber :
  • Viva.co.id

Surabaya, VIVA JatimIsrael hingga kini terus menggempur Palestina, khususnya di wilayah Gaza. Akibatnya warga setempat mengalami penderitaan dan kesengsaraan yang serius. Krisis pangan yang mengakibatkan sulitnya makanan membuat warga Gaza terpaksa harus menjadikan kaktus sebagai makanan alternatif.

img_title Menko Yusril Ungkap Kendala Indonesia Bebaskan WNI yang Ditangkap Israel di Laut Internasional

Bahkan, menurut keterangan Ramesh Rajasingham, direktur koordinasi Badan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), satu dari enam anak di bawah usia 2 tahun mengalami kekurangan gizi. Sepertiga populasi Gaza juga terancam kelaparan

Rajasingham mengaku PBB dan badan kemanusiaan lainnya mengalami kendala luar biasa dalam menyalurkan bantuan ke Gaza, itu pun dalam jumlah sedikit.

img_title Parah! 72 Ribuan Orang Tewas Akibat Agresi Zionis Israel di Jalur Gaza

Kendala itu meliputi penutupan perbatasan, pembatasan mobilitas dan komunikasi, prosedur pemeriksaan yang rumit, ketegangan, jalan rusak, hingga bom aktif yang belum meledak.

Ia pun memperingatkan Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak demi mencegah kelaparan massal, seperti dilansir laman Leadstory. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title IRGC: Amerika Serikat Terjebak Dua Kondisi Sulit

Teroris Israel menjadikan kelaparan sebagai ‘alat perang’ untuk mengusir warga Gaza dari tanah mereka. Namun, hal tersebut tak membuat kesabaran warga Gaza menciut.

Gaza menghadapi krisis pangan setelah teroris Israel memboikot akses bantuan kemanusian. Hal itu memaksa para Murabith harus putar otak mencari bahan pangan pengganti demi bisa bertahan hidup.

Seperti Marwan al-Awadeya dan keluarganya asal Gaza Utara yang terpaksa memakan kaktus jenis pir berduri untuk mengusir rasa lapar, di tengah ancaman krisis pangan.

Tanaman yang tumbuh subur di wilayah Mediterania ini biasa dikonsumsi oleh hewan-hewan liar, namun demi bisa bertahan hidup selama invasi Marwan dan keluarganya harus memakan kaktus mentah.

Tak hanya batang kaktus saja yang dikonsumsi, Marwan dan beberapa warga lainnya juga turut menghaluskan bagian daun kaktus yang berduri agar bisa di konsumsi anak dan sanak keluarganya.

Cara ini dilakukan usai warga Gaza Utara tak mampu membeli tepung yang kini menjadi benda paling langka di Gaza.

Saking langkanya tepung kini dibanderol dengan harga yang tak masuk akal, dimana harga satu kantong tepung dijual jadi 200 dolar AS atau sekitar Rp 3,12 juta, dikutip dari Reuters.

Halaman Selanjutnya
img_title