Kelompok dan Ide Bisnis Bermunculan Berkat Program Wirausaha Merdeka
- Nur Faishal/Viva Jatim
Terlebih jumlah industri yang bisa menampung seluruh lulusan perguruan tinggi sangat terbatas. Sehingga solusinya adalah dengan menciptakan wirausaha sebanyak-banyaknya. "Dengan kolaborasi yang sangat kuat antara dunia pendidikan, dunia usaha dan industri serta pemerintah, saya yakin jumlah wirausaha kita akan bisa bergerak cepat," ujar Adik.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur PPNS Eko Julianto bahwa banyaknya kelompok bisnis dan ide bisnis yang tercipta menjadi satu pencapaian luar biasa. Bahkan dari seluruh mahasiswa yang ikut, tidak satu oun yang berhenti tengah jalan.
"Hari ini kita sudah dapat membuktikan bahwa hal yang awalnya di awang-awang, ternyata kita mampu melakukannya melalui kerjasama yang baik semua pihak, mulai dari perguruan tinggi hingga pembimbing di lapangan dan Kadin Jatim," ungkapnya.
Program ini, menurut Eko, telah memberikan pengalaman praktis mahasiswa untuk memunculkan ide bisnis. Peserta juga dituntut untuk mampu menawarkan produk. "Ini akan menjadi bekal mereka untuk berkarya dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan," kata Eko Julianto.
Salah satu ide bisnis yang cukup menarik dan bisa dikomersilkan ide bisnis kelompok 69 dari PPNS, yaitu penggunaan MPPT solar cell sistem pembangkit DC Grid, penstabil tegangan output dari panel surya.
"Tegangan dari panel surya kan fluktuatif, kadang dibawah 12 volt, juga bisa mencapai diatas 20 volt. Dengan alat ini, maka output bis diseragamkan," kata perwakilan kelompok 69, Muhammad Coirul Ibad.
Sedangkan kelompok 92 Universitas Qomaruddin Gresik membuat ide media pembelajaran flip stacko yang disertai modul berisi materi, panduan permainan dan balok stacko.
"Kami menyediakan dua mata pelajaran, matematika dan Bahasa Inggris. Melalui pembelajaran dengan flip stacko. Ini sangat cocok bagi anak-anak yang malas belajar, dengan media ini mereka bisa lebih tertarik untuk mengasah pembelajaran mereka. Pembelajaran flip stacko yang kami buat khusus untuk kelas 5-9," terang Ketua Kelompok 92 dari Universitas Qomaruddin Gresik, Melinda Dwi Wijayanti.
Diketahui, Program Wirausaha Merdeka ini merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP). Program yang diluncurkan pada tanggal 29 Agustus 2022 tersebut telah diikuti oleh 1.067 mahasiswa yang berasal dari 17 perguruan tinggi dari Aceh hingga Indonesia Timur.