Satu Dekade Kepemimpinan Jokowi, Wariskan BPJS dan Penurunan Stunting
- Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi menyindir anggaran Rp6 M justru terbuang cuma-cuma untuk perjalanan dinas PNS, rapat. Sementara Rp2 M teruntuk hal terkait yang tidak krusial ketimbang masalah utama, yakni penyelesaian kasus stunting. Oleh sebab itu, dia meminta agar fungsi pengawasan diperketat.
“Ada anggaran stunting Rp10 miliar, coba cek liat betul untuk apa Rp10 miliar itu. Jangan membayangkan nanti ini dibelikan telur, susu, protein, sayuran. Coba dilihat detail, saya minggu lalu baru saja cek di APBD Mendagri, Rp10 miliar untuk stunting, perjalanan dinas Rp3 miliar, rapat-rapat Rp3 miliar, penguatan pengembangan bla bla bla Rp2 miliar. Yang bener-bener untuk beli telur itu hanya Rp2 miliar,” tegasnya.
“Kapan stuntingnya akan selesai kalau caranya seperti ini. Ini yang harus dirubah. Kalau Rp10 miliar itu anggarannya, mestinya yang untuk lain-lainnya Rp2 miliar, yang Rp8 miliar itu ya untuk telur, daging, ikan, sayur, berikan ke yang stunting. Konkretnya kira-kira seperti itu,” imbuhnya.
BPJS Kesehatan/KIS
Biaya menjadi permasalahan utama masyarakat ketika ingin berobat ke RS atau fasilitas kesehatan lainnya. Namun, semenjak ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), masyarakat kini tak takut lagi untuk memeriksakan diri jika memiliki keluhan kesehatan.
Mengintip jumlah peserta BPJS selama kepemimpinan Jokowi, di tahun 2024 ini pesertanya sudah mencapai 267 juta atau setara 95,7 persen dari total penduduk Indonesia.
Namun tidak dipungkiri, diawal-awal masa kepemimpinannya, yaitu sekitar tahun 2015 lalu, Jokowi sendiri mengakui ada masalah defisit terkait BPJS ini. Tidak hanya itu, keluhan hingga komplain dari masyarakat juga tidak terhindarkan.
Tidak tinggal diam, Jokowi pun pada saat itu sering mengadakan rapat bersama direktur BJPS untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Namun, kini masalah itu sudah terlewati. Menurutnya, pelayanan BPJS Kesehatan semakin hari semakin baik.
“Saya sangat apresiasi, menghargai bahwa peserta (BPJS Kesehatan) sudah 267 juta, 95,7 persen dari total penduduk kita,” kata Jokowi saat groundbreaking gedung BPJS di IKN, Jumat 1 Maret 2024 lalu.