Dua Bule Diduga Hipnotis Kasir Toko di Mojokerto, Uang Rp2 Juta Ludes

Tangkapan kamera CCTV.
Sumber :
  • M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim

Mojokerto, VIVA Jatim –Dua orang bule diduga melakukan modus hipnotis kasir toko kelontong di kawasan Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PPST) di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

img_title Sejumlah Pengendara Motor Terjatuh Akibat Cairan Diduga Zat Kimia Tumpah di JLU Lamongan

Akibat kejadian ini, uang hasil jualan sebesar Rp2 juta raib dibawa kabur oleh kedua bule tersebut. Peristiwa ini viral di media sosial.

Pegawai toko bernama Tika (27) menceritakan, kejadian itu berlangsung pada Sabtu sore, 26 April 2025. Awalnya, dua bule tersebut masuk ke toko dan menanyakan beras. Karena stok beras habis, mereka kemudian membeli 1 kilogram gula.

img_title Tolak Politik Uang, Para Kiai Kumpul di Sidoarjo, Rumuskan Lima Sikap Jelang Muktamar ke-35 NU

“Awalnya masuk dua orang. Awalnya tanya beras tapi berasnya tidak ada. Terus beli gula 1 kg,” katanya kepada wartawan, Senin, 28 April 2025. 

Salah satu pelaku kemudian memberikan uang pembayaran. Selanjutjnya, kata Tika, pelaku ingin mengeluarkan 2 lembar uang Rp 50 ribu. Uang tersenut niatnya ditukarkan pelaku dengan uang Rp 100 ribu keluaran lama.

img_title Salurkan 30 Kilogram Beras per KPM, Pemkot Surabaya Targetkan Bantuan Pangan Tuntas September

Tetapi Tika tak mengiyakan. Sebab tak tersedia uang Rp 100 ribu keluaran lama. “Teman saya itu sudah bilang tidak ada. Tapi tetap memaksa,” ujarnya. 

Meski demikian, pelaku mencari sendiri pecahan Rp 100 ribu di laci toko tanpa basa-basi. Saat pelaku mengeluarkan uang, Tika membiarkan begitu saja. 

Tika menyebut sempat diajak berbincang dengan bahasa inggris meski dirinya tak bisa. Bahkan pundaknya juga ditepuk-tepuk oleh pelaku.

“Saya juga disuruh nulis alamat restoran makanan yang enak,” tandasnya. 

Tika dan pegawai toko lainnya baru menyadari setelah pelaku pergi. Kemudian mengecek CCTV dan baru sadar ternyata uang diambil pelaku. Ia menduga dirinya menjadi korban hipnotis. 

“Kita seperti tidak sadar. Waktu dia pergi baru sadar dan mengecek totalan hasil penjualan. Harusnya ada uang Rp 4,7 juta lebih, itu cuma ada uang Rp 2,7 jutaan,” beber Tika. 

Tetapi korbn memilih untuk tidak melaporkan atas peristiwa yang dialaminya itu ke polisi.