BMI Buka Kantor Pemberdayaan di Surabaya, Siap Salurkan 3 Ton Beras Zakat per Bulan

Para dai kondang saat acara peresmian.
Sumber :
  • Mokhamad Dofir / Viva Jatim

Surabaya, VIVA JatimBaitulmaal Munzalan Indonesia (BMI) telah menyalurkan 22 ton beras ke puluhan Pondok Pesantren se-Jawa Timur selama periode April 2025. Dari jumlah tersebut, tiga ton diantaranya siap disalurkan setiap bulan di Kota Pahlawan seiring dibukanya Kantor Pemberdayaan baru, Jumat, 16 Mei 2025.

img_title Kapolri ke Surabaya, Pimpin Hari Juang Polri hingga Tinjau Baktikes

Berlokasi di Jalan Dumar Industri Nomor 10, Kecamatan Margomulyo, Kota Surabaya, Kantor Pemberdayaan BMI tersebut, diresmikan oleh dai kondang Ustaz Abdul Somad didampingi Pendiri BMI Ustaz Luqmanul Hakim, Habib Muhammad bin Anies Shahab dan Ustaz Sallim A Fillah.

"Mudah-mudahan dengan diresmikan Kantor Pemberdayaan ini bisa memberi manfaat untuk masyarakat Surabaya dan sekitarnya dan masyarakat Jatim pada umumnya,”ujar Ahmad Suluki selaku Kepala Perwakilan Provinsi Wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

img_title Jasindo Catat Pertumbuhan Premi 53,38% di Jatim, Kini Bidik Sektor Produktif

Ahmad Suluki menyampaikan, BMI memiliki sejumlah program untuk kemaslahatan umat, satu diantaranya berupa gerakan infaq beras. Sebuah gerakan mengumpulkan donasi dari orang-orang baik sebesar seribu rupiah setiap hari atau Rp25 ribu per bulan. Dana yang terkumpul, akan dibelikan beras terbaik kemudian disalurkan ke sejumlah pondok pesantren yatim dan santri penghafal Qur’an serta ibnu sabil di Kota Surabaya.

"Jadi [uang donasi ini, kita belikan beras terbaik] kemudian beras tersebut kita berikan ke pondok [pesantren] secara gratis setiap bulannya. Insha Allah dengan bantuan tersebut anak-anak yatim di pondok dapat makan minimal dua kali sehari, setelah itu kemudian kita pastikan sahabat yatim dan santri penghafal Al-Quran yang ada di pondok-pondok [pesantren] yang ada di Kota Surabaya dan wilayah sekitarnya ini mendapatkan asupan gizi yang seimbang," lanjut dia.

img_title Dorong Produktivitas Cabai di Jatim, Petrokimia Gresik Gelar Pestani Rawit Groo

Sementara itu, Kepala KP BMI Surabaya Nasrun Habibie menambahkan, lembaganya mengenal program MPC, akronim dari Mustahiq Productive Centre. Yakni program pemberian bantuan kepada Para mustahiq atau orang-orang yang berhak menerima zakat, untuk dibersamai dalam belajar Al-Quran dan praktek salat dan juga diberikan keahlian atau soft skill yang menunjang kehidupannya agar menjadi produktif sehingga bisa mengubah status sosial dari mustahiq menjadi muzakki.

"Nanti para mustahiq ini, kita ajak untuk taat dulu sebelum diberikan haknya atas zakat. Kita benarkan dulu dari awal dan dasar, mulai dari thaharah, gimana caranya bersuci, berwudhu dan bertayamum. Selanjutnya kita ajak salat. Kita cek gerakannya, cara baca Al Fatihah-nya, bacaan doa-doa di setiap gerakan salat, arti bacaan salatnya. Setelah itu, kita ajak ngaji. Kita kelompokkan mereka sesuai kemampuannya, jadi ada tesnya nanti. Di akhir kegiatan, baru kami berikan hak atas zakatnya" beber Habibie.

Halaman Selanjutnya
img_title