Wagub Emil Dorong Percepatan Serapan Gula Petani
- Istimewa
Probolinggo, VIVA Jatim-Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menekankan bahwa kunci keberhasilan program swasembada gula adalah keberpihakan pada petani tebu rakyat. Menurutnya, meski produksi gula nasional cukup tinggi, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah memastikan gula hasil panen petani dapat terserap dengan baik oleh pasar.
Ia mengungkapkan dari total sekitar 400 ribu ton gula di Indonesia, sekitar 100-150 ribu ton sudah dibeli pedagang, 150 ribu ton masih milik PT SGN, dan 100 ribu ton lainnya milik petani tebu rakyat. Menurutnya gula petani diproses di pabrik dengan sistem bagi biaya produksi, sehingga mereka sangat berharap produknya terserap pasar.
"Alhamdulillah, Dirut PT SGN tidak hanya memikirkan perusahaan, tetapi juga memastikan gula petani ikut terbeli. Semoga langkah ini memicu semangat bersama, sekaligus diiringi dukungan penegakan hukum terhadap peredaran ilegal gula rafinasi yang seharusnya hanya untuk industri,” ujar Emil saat mengunjungi Pabrik Gula Gending milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 September 2025.
Emil juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dari pemerintah pusat, daerah, hingga BUMN, untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan gula di pasaran. Hal ini, menurut Emil, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan tercapainya swasembada gula pada tahun 2026.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi menyampaikan bahwa SGN berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan industri gula nasional, sekaligus mengedepankan kesejahteraan petani tebu. Ia mengeklaim saat ini petani sudah antusias berkat dukungan Pemprov dan Kementan, namun masih ada kendala serapan gula.
Saat ini pemerintah telah membeli gula petani, baik milik SGN maupun RNI, senilai Rp1,5 triliun. Dan masih ada sekitar 100 ribu ton gula petani yang menunggu terserap.
"Kami berharap langkah ini memperkuat upaya menertibkan peredaran gula rafinasi agar sesuai aturan. Harapannya, swasembada gula bisa tercapai pada 2026 sesuai arahan Presiden,” katanya.
Ia menambahkan, PG Gending dan unit pabrik gula lain di bawah naungan SGN terus berupaya meningkatkan efisiensi produksi, termasuk dengan perbaikan teknologi giling, optimalisasi rendemen, serta kerja sama strategis dengan petani tebu rakyat.