Saham DADA Terus Meroket, Jadi Primadona Baru Bursa Indonesia
- Dokumen DADA
Surabaya, VIVA Jatim – Saham PT DADA Tbk mendadak jadi primadona baru di bursa. Dalam hitungan minggu, harganya melesat ratusan persen dan langsung memantik rumor besar: skenario mega akuisisi yang melibatkan raksasa global.
Dua perusahaan Jepang, Mitsubishi Estate dan Kajima Corporation, dikabarkan tengah menyiapkan langkah strategis melalui jalur backdoor listing di DADA. Berbeda dengan kasus PANI yang hanya melibatkan pemain lokal, kali ini levelnya jauh lebih besar: perusahaan berstatus terbuka dengan kapitalisasi pasar ratusan triliun rupiah.
Yang lebih mengejutkan, di balik Mitsubishi dan Kajima, terselip nama besar The Vanguard Group. Perusahaan manajemen aset asal Amerika Serikat ini bukan pemain sembarangan. Dengan dana kelolaan mencapai USD 10,2 triliun atau setara 50 kali APBN Indonesia 2025, Vanguard menjadi manajer aset terbesar kedua di dunia.
Salah satu sumber menyebut, “Dengan track record Vanguard, tentu ini menambah kepercayaan bagi investor. Mereka hanya masuk ke saham dengan free float minimal 50 persen, market cap di atas USD 100 miliar, dan likuiditas super tinggi.”
Lonjakan Saham DADA
Rumor ini makin masuk akal jika melihat pergerakan harga saham DADA. Dari posisi hanya Rp11 per lembar saat dilepas ke publik, kini sudah melonjak hingga Rp80 per lembar pada 17 September 2025. Artinya, kenaikan lebih dari 700 persen hanya dalam waktu singkat.
Tak hanya itu, DADA juga mencatat langkah strategis lain: membagikan dividen perdana sejak IPO, keluar dari papan pemantauan khusus, hingga kewajiban pengendali melepas saham ke publik. Bagi sebagian investor, aksi “melepas saham” terkesan negatif. Namun justru inilah kunci likuiditas—syarat penting yang disukai Vanguard.
Valuasi Fantastis
Jika benar skenario akuisisi berjalan, potensi valuasi DADA bisa tembus USD 100 miliar. Dengan jumlah saham beredar 7,4 miliar lembar, harga teoretis per saham bisa menyentuh Rp230.000 (kurs Rp16.500).
Meski angka itu terdengar fantastis, analis menilai hal ini bukan mustahil. Konsolidasi keuangan Mitsubishi dan Kajima lewat DADA akan membuat kinerja semakin menarik bagi investor global.
“Faktanya, ini bisa jadi kisah terbesar pasar modal Indonesia dalam satu dekade. Dari saham receh, DADA berpotensi menjelma multibagger spektakuler,” ujar seorang analis.