Videonya Joget Bareng Biduan Viral, Kades Tempuran Mojokerto Minta Maaf

Kades Tempuran, Slamet (tengah), klarifikasi videonya yang viral.
Sumber :
  • M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim

Mojokerto, VIVA Jatim – Kepala Desa Tempuran, Slamet, akhirnya menyampaikan klarifikasi usai video dirinya joget bareng biduan di Kantor Kecamatan Sooko viral di media sosial  Ia meminta maaf karena aksinya membuat gaduh dan dinilai melukai hati masyarakat.

img_title Empat Bulan Diluncurkan, Aplikasi Amawabumi Tarik Minat Puluhan Penyewa Aset Pemkab Mojokerto

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, juga Pemerintah Kabupaten Mojokerto karena sudah membuat gaduh setelah berjoget bersama penyanyi di Kantor Kecamatan Sooko,” kata Slamet kepada wartawan, Jumat, 26 September 2025.

Slamet joget bareng biduan setelah acara pembubaran panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Agustus 2025. Acara itu tersebut dihadiri seluruh kepala desa di Kecamatan Sooko.

img_title Pemkab Mojokerto Naikkan Anggaran UHC Menjadi Rp88 Miliar, Warga Berobat Cukup Bawa KTP

Acara itu  juga mengundang Forkopimca dan dinas instansi terkait. 

“Joget tersebut berlangsung setelah acara seremonial resmi selesai. Tepatnya pada sesi ramah tamah usai acara pembubaran panitia. Jadi, posisi saya joget pada saat itu bukan bagian dari rangkaian acara formal pemerintahan,” ungkap Slamet.

img_title Curi Truk Crane di Mojokerto, Diringkus Polisi saat Mau Kabur ke Kalimantan

Ia menegaskan, aksi jogetnya merupakan ekspresi spontanitas dan luapan kegembiraan atas suksesnya kegiatan PHBN Agustusan. “Saya tidak ada niat untuk hura-hura atau foya-foya, murni itu luapan kegembiraan karena suksesnya rangkaian acara PHBN di Kecamatan Sooko,” ungkapnya.

Menurut Slamet, kehadiran grup electone dalam acara tersebut merupakan inisiatif dari para kepala desa di Kecamatan Sooko yang meminta bantuannya. Karena dirinya memiliki usaha grup electone yang sering digunakan untuk hiburan masyarakat.

“Saya menghadirkan grup electone milik saya sendiri. Saya membantu tanpa menggunakan anggaran desa ataupun kepanitiaan Kecamatan. Jadi memang murni tidak dibayar karena memang dari awal tidak ada anggaran untuk acara tersebut,” bebernya.

Slamet memahami bahwa aksinya tersebut menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.

Ia berjanji untuk lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas di masa depan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serupa.

“Saya menyesal bila tindakan saya telah menimbulkan keresahan dan tidak pantas. Ke depan, saya akan lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas, baik di ruang formal maupun non-formal, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serupa,” pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title