Pemerintah akan Memaksimalkan KUR Perumahan Terserap UMKM

Menteri PKP Maruarar Sirait.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pemerintah akan memaksimal program KUR Perumahan bisa terserap oleh UMKM. Terutama bagi UMKM di Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia.

img_title Dari Kejaran Rentenir ke Arena Final PFL 2026: Kisah Inspiratif Nasabah PNM Yogyakarta

Ara sedang gencar melakukan sosialisasi program KUR Perumahan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Dia bertemu dengan beberapa kontraktor, developer hingga toko bangunan agar mereka bisa memanfaatkan KUR ini.

"Makanya saya hari ini aja datang sekarang di sini, supaya melibatkan kampus, Pemda, asosiasi, ya semuanya dilibatkan supaya masif," ujarnya usai sosialisasi KUR Perumahan, di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis, 16 Oktober 2025 malam WIB.

img_title EastFood 2026 Surabaya Resmi Dibuka, Pemerintah Harap UMKM Masuk Rantai Pasok Industri

Pemerintah menyiapkan dana Rp 130 triliun untuk program KUR Perumahan. Ara berharap di Jawa Timur bisa menyerap sekitar Rp 20 triliun dari anggaran yang sudah disiapkan.

"Itu akan berapa banyak UMKM itu akan merasakan manfaatnya," katanya.

img_title BHS Desak Tambahan Anggaran UMKM Rp1,5 T untuk Perkuat Ekonomi

Ara menegaskan butuh gotong royong untuk menyukseskan program ini. Menurut Ara, pekerjaan ini tak harus semua dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun juga swasta perlu dilibatkan.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengungkapkan masih ada 99 juta penduduk yang tidak memiliki rumah dan lebih dari tiga juta rumah tidak layak huni. Oleh karena itu, pemerintah meluncurkan program pembangunan dan renovasi rumah.

Tito mengatakan program ini mempunyai dampak luas ke berbagai sektor, mulai dari perbankan hingga kontraktor dan toko bangunan. Sehingga program ini akan menggerakkan perekonomian.

"Bahkan kita memperkirakan ekononi nasional bisa tumbuh 2 persen," kata Tito.