Perhumas Dorong Humas Bisa Beradaptasi di Era Medsos dan AI

Pembukaan Konvensi Humas Indonesia 2025 di Surabaya.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Derasnya arus informasi yang masuk melalui media sosial kerap kali menimbulkan misinformasi di tengah masyarakat. Ditambah dengan berkembangnya Artificial Intelligence (AI), banyak informasi yang kurang akurat bahkan tidak sesuai fakta.

img_title Rakernis Humas Polda Jatim Soroti Ancaman Hoaks di Era AI

Ketua Umum DPP Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia, Boy Kelana Soebroto mengakui bahwa era medsos dan AI adalah tantangan bagi humas di Indonesia. Humas dituntut untuk bisa beradaptasi agar bisa menyampaikan informasi secara benar kepada publik.

"Kita tentunya kalau mau berbicara harus mengetahui data, tidak bisa kita berbicara tanpa data. Apalagi sekarang di sosial media, kalau tanpa data, wah itu bisa menyesatkan, menjadi misinformasi, disinformasi. Jadi basisnya itu," ujarnya dalam jumpa pers pada pembukaan Konvensi Humas Indonesia 2025, di Surabaya, Sabtu, 13 Desember 2025.

img_title Pemkab Gresik Luncurkan Asisten Hukum AI di WhatsApp, Warga Bisa Tanya Aturan Via Ponsel

Boy menegaskan data harus menjadi pegangan wajib bagi humas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebab dampaknya akan besar apabila tidak sesuai data yang benar.

Selain itu, Boy menekankan tentang pentingnya akurasi dan transparansi data. Termasuk cara berkomunikasi yang baik juga sangat diperlukan bagi humas.

img_title Untag Surabaya Soroti Pendidikan Humanis dan AI dalam SAIM Meet Up 2026

"Tidak sembarangan menggunakan data yang antah berantah tapi juga harus akurat," ia menegaskan.

Perhumas sendiri kini memiliki 20 badan pengurus cabang di seluruh Indonesia dengan lebih dari empat ribu member Perhumas. Member tersebut terdiri dari profesional humas, praktisi, akademisi, profesional humas swasta, pemerintahan, BUMN dan Perhumas Muda.

Konvensi Humas Indonesia 2025 dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya, Khofifah mendukung gerakan Bicara Baik. Menurutnya dengan berbicara baik akan membawa energi positif untuk bangsa Indonesia.

"Tetaplah berprasangka baik yang positif," kata Khofifah saat mengutip sebuah hadis Qudsi.

Dalam agenda KHI 2025, juga dilakukan peluncuran kode etik. Perhumas berkomitmen memperkuat branding Indonesia di mata dunia.