Surabaya Banjir di Awal Tahun 2026
- Instagram @syahrulwade
Surabaya, VIVA Jatim-Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Surabaya pada awal tahun 2026 memicu banjir di sejumlah kawasan. Genangan air dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Pakis, Rungkut dan Simo pada Minggu, 4 Januari 2026 petang.
Salah satu titik banjir terparah terpantau di kawasan Pakis. Seorang warganet melalui akun Instagram @syahrulwade memosting kondisi banjir di Jalan Pakis Gunung, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan. Dalam video berdurasi 33 detik tersebut, terlihat air banjir menggenangi permukiman warga dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa dan arus yang cukup deras.
Video itu juga memperlihatkan sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mendorong kendaraannya untuk melintasi genangan.
"Pakis banjir,” ucap seorang warga dalam rekaman video tersebut, menggambarkan kondisi darurat yang dialami masyarakat setempat.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Simo. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, banjir di wilayah ini juga mencapai ketinggian selutut orang dewasa. Akun Instagram @lovesuroboyo mengunggah kondisi Simo yang terendam banjir disertai keluhan warga.
"Dekemo nak omah disik lur, iki suwe mandeg e iki. Asli lumpuh lur Surabaya," ujar seorang netizen dalam unggahannya, yang mengimbau warga untuk tetap di rumah karena hujan belum berhenti dan aktivitas di kawasan tersebut lumpuh.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat melakukan penanganan. Pemkot mengerahkan sejumlah armada untuk melakukan penyedotan air agar genangan segera surut, khususnya di wilayah Simo Kalangan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, pihaknya mengerahkan berbagai kendaraan operasional untuk mengatasi banjir.
"Kita kerahkan mobil damkar, mobil pompa kita [DSDABM] dan mobil tangki DLH melakukan penyedotan air. Ini kita keliling," kata Hidayat.
Menurut Hidayat, ketinggian air di kawasan Simo Kalangan sekitar 20 sentimeter dan mulai menunjukkan penurunan. Hingga pukul 19.30 WIB, banjir dilaporkan berangsur surut.
"Di sana ada cekungan, seperti mangkuk. Di atasnya enggak. Sekarang sudah mulai surut," jelasnya.
Dia menambahkan, salah satu faktor penyebab lambatnya aliran air adalah proyek diversi Gunung Sari - Babat Jerawat yang belum tersambung sepenuhnya.