Naik Trans Jatim, Bupati Gresik dan Gubernur Jatim Kunjungi Wisata Edukasi GUS

Bupati Gresik dan Gubernur Jawa Timur
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA JatimGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi Gresik Universal Science (GUS) yang berada di area Islamic Center di Kecamatan Balongpanggang menggunakan transportasi umum Bus Trans Jatim, Minggu 4 Januari 2026. Kunjungan ini menjadi simbol dukungan terhadap transportasi publik, sekaligus penguatan destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital.

img_title Event di Jawa Timur Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan secara Nasional

Gresik Universal Science (GUS) telah di soft launching oleh Bupati Gresik pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang pelajar. Sejak dibuka untuk publik, tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, terutama pelajar dan keluarga.

Tingginya antusiasme pengunjung sejak soft opening menunjukkan bahwa wisata edukasi budaya dan sejarah memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat. GUS diharapkan menjadi ruang belajar alternatif yang menyenangkan, sekaligus memperkuat identitas budaya Gresik.

img_title Khofifah Pastikan Pasokan Biosolar di Jatim Lancar dan Aman

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa GUS dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung untuk menikmati setiap ruang secara perlahan. Juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkunjung, sehingga pesan sejarah dan budaya Gresik dapat terserap secara utuh.

“Tenang saja, tidak usah buru-buru saat berkunjung di GUS. Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit, supaya suguhan tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati dengan maksimal,” ujar Bupati Yani.

img_title Menteri PPPA Apresiasi Gresik Pertahankan Predikat KLA Kategori Nindya

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas hadirnya GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif. Ia menilai GUS tidak hanya menyuguhkan budaya, tetapi juga potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakatnya.

“Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada masyarakat yang berkunjung agar ikut menjaga fasilitas GUS. Menurutnya, keberadaan GUS sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.

Halaman Selanjutnya
img_title