Jembatan di Lamongan Ambles Usai Tergerus Luapan Air Sungai

Jembatan Amblas di Lamongan.
Sumber :
  • Imron Saputra

Lamongan, VIVA Jatim-Sebuah jembatan antar desa yang berada di Desa Sewor, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan amblas usia tergerus luapan air sungai pada Kamis, 8 Januari 2026 dan baru diketahui oleh masyarakat pada Jumat 9 Januari 2026 sekitar pukul 08.51 WIB, pagi.

img_title Tujuh Stand Pasar Agrobis Babat Lamongan Ludes Terbakar, Api Berasal dari Toko Styrofoam

Diduga kuat amblesnya jembatan tersebut disebabkan oleh tergerusnya tanah penyangga serta pondasi jembatan oleh aliran sungai yang diperparah oleh tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini jembatan tersebut telah dipasang garis polisi oleh Polsek Sukorame dan dipasang imbauan agar tidak dilalui demi keselamatan.

img_title Gudang Besi Tua di Lamongan Ludes Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Hamzaid menjelaskan, hasil pengecekan awal di lokasi kejadian, diketahui bahwa sebagian badan jembatan mengalami penurunan (ambles) sehingga menyebabkan kondisi jembatan tidak layak dilalui, khususnya oleh kendaraan roda empat.

Selain kondisi sebagian badan jembatan ambles dan berlubang, paving block turun dan terlepas dari susunan awal, pembatas jembatan (handrail) miring dan pecah, serta terlihat bekas gerusan aliran air sungai pada sisi bawah dan samping jembatan.

img_title Seorang Pengendara Motor di Lamongan Tertabrak Kereta Api Usai Terobos Perlintasan Berpalang

"Pihak Polsek Sukorame segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, pengamanan, serta langkah antisipasi demi keselamatan masyarakat," kata Hamzaid.

Hamzaid menjelaskan, jembatan tersebut merupakan akses penghubung jalan desa yang memiliki peran penting bagi masyarakat, baik untuk mobilitas warga sehari-hari, pengguna kendaraan roda dua, maupun kendaraan pengangkut hasil pertanian.

"Amblesnya Jembatan Sewor merupakan bentuk kerusakan infrastruktur yang memerlukan penanganan cepat dan serius, baik melalui pengamanan lokasi, pemasangan rambu peringatan, maupun koordinasi dengan instansi terkait guna dilakukan perbaikan darurat maupun permanen," pungkasnya.