Mas Dhito Tegas Tolak Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD
- Istimewa
Kediri, VIVA Jatim-Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana dengan tegas menolak wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Wacana ini menuai pro kontra dari berbagai pihak.
Sikap politik politisi muda yang juga merupakan Bupati Kediri itu disampaikan usai acara Rakernas PDI Perjuangan bertepatan dengan ulang tahun ke-53 partai di Jakarta, Sabtu, 11 Januari 2026 kemarin.
Menurut Mas Dhito kepala daerah baik itu bupati/walikota merupakan figur yang setiap hari bekerja bersentuhan dengan rakyat. Untuk itu, rakyat memiliki hak untuk memilih langsung pemimpin daerahnya sesuai dengan pilihan mereka.
"Tegas (menolak)," ujar Mas Dhito dalam keterangannya diterima VIVA Jatim, Minggu, 11 Januari 2026.
Pria yang hobi vespa ini menerangkan wacana untuk mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD seperti masa sebelum reformasi adalah langkah menuju kemunduran demokrasi di Indonesia.
"Kalau orang yang paling bersentuhan dengan masyarakat ini tidak dipilih oleh rakyat, maka ini menciderai cita-cita reformasi," bebernya.
Sikap Mas Dhito menolak pengembalian pemilihan kepala daerah oleh DPRD ini sejalan dengan sikap politik PDI Perjuangan yang sejak awal menolak wacana tersebut.
Mas Dhito menekankan, sebagaimana selalu disampaikan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk turun ke bawah, PDI Perjuangan akan selalu berdiri untuk rakyat.
"Sebagaimana tema Rakernas, disanalah aku berdiri untuk selama lamanya, maka PDI perjuangan akan selalu berdiri selama-lamanya bersama rakyat," tandasnya.
Sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan periode 2025-2030 hasil Konferensi Cabang di Jawa Timur, Mas Dhito dalam kesempatan tersebut juga menitipkan pesan kepada kader partai di Kabupaten Kediri.
"Pesannya kepada kader PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, kalau acara yang diundang jangan kebanyakan anggota partai, yang diundang masyarakat umum," tandasnya.