APTIKOM Jatim dan Untag Surabaya Gelar Workshop SPMI Bahas LAM INFOKOM 2.1

Workshop SPMI.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Upaya perguruan tinggi di Jawa Timur untuk meraih akreditasi Unggul kian serius. Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Provinsi Jawa Timur menggandeng Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Rabu 21 Januari 2026.

img_title Sebanyak 618.479 Murid Baru di Jatim Ikuti MPLS Mulai 13 Juli, Dindik Larang Perpeloncoan

Workshop bertajuk Best Practice Keselarasan Implementasi SPMI dengan Instrumen Akreditasi LAM INFOKOM 2.1 itu menyoroti pentingnya standar dan indikator yang terukur sebagai fondasi utama menuju akreditasi Unggul.

Wakil Rektor I Untag Surabaya, Rr. Amanda Pasca Rini menegaskan, penguatan SPMI menjadi langkah awal yang wajib dilakukan sebelum perguruan tinggi menyusun Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) maupun Laporan Evaluasi Diri (LED).

img_title Wakil Rektor III Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi di WUiDAY 2026 Thailand

“SPMI ini yang harus kita benar-benar perkuat dulu sebelum melangkah lebih jauh menyusun LKPS dan LED. Harapannya, setelah SPMI tertata dengan baik, perguruan tinggi bisa terakreditasi Unggul, minimal tiga tahun, dan syukur-syukur lima tahun,” ujarnya.

Amanda menjelaskan, workshop ini digelar sebagai respons atas perubahan instrumen akreditasi dari LAM INFOKOM versi 2.0 ke 2.1 yang menyesuaikan regulasi terbaru. Menurutnya, pemahaman terhadap perubahan tersebut penting agar implementasi SPMI tetap relevan dan sesuai standar nasional.

img_title Khofifah Sebut Proses Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Berjalan Lancar

Ketua APTIKOM Provinsi Jawa Timur, Yoyon Arie Budi menekankan bahwa keselarasan SPMI dengan instrumen akreditasi menjadi kunci perguruan tinggi yang ingin unggul dan berkelanjutan.

Ia mengingatkan pentingnya menjadikan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai roh dalam tata kelola kampus.

“Standar SPMI harus disusun selaras dengan kriteria akreditasi, audit mutu internal dilakukan berbasis data, dan setiap temuan ditindaklanjuti secara nyata dalam perencanaan serta penganggaran. Dengan cara ini, akreditasi bukan lagi kegiatan insidental, tetapi hasil alami dari sistem mutu yang berjalan konsisten,” tegas Yoyon.

Dalam workshop tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran Jawa Timur, Novirina Hendrasarie memaparkan praktik implementasi SPMI di kampusnya yang telah diselaraskan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) 2023.

“SPMI itu harus punya standar, lalu standar tersebut memiliki indikator, dan indikator itu wajib terukur. Harus ada angka dan target yang jelas,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title