PENS dan Pemerintah Swiss Jalin Kerja Sama di Bidang Pengembangan SDM

PENS dan Pemerintah Swiss jalin kerja sama.
Sumber :
  • PENS untuk VIVA Jatim

Surabaya, VIVA JatimPoliteknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Swiss untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang energi terbarukan.

img_title UT Mewisuda 1.532 Lulusannya di Surabaya, Sekolah Vokasi Siap Dibuka 2027

Kolaborasi internasional ini menjadi langkah serius dalam menyiapkan ahli energi terbarukan dalam mendukung langkah konkret mendukung transisi energi bersih Indonesia menuju target net zero emission 2060.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen oleh Direktur PENS Arif Irwansyah dan Team Leader Proyek Renewable Energy Skills Development (RESD), Dian Elvira Rosa, di Ballroom Mandarin Oriental Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

img_title Puluhan Usia Produktif Ikuti Pelatihan Kerja Disnakertrans Jatim di BLK Tulungagung

Penandatanganan ini sekaligus menjadi bagian dari peluncuran Proyek RESD Fase 2 yang digelar secara hybrid. Tak hanya PENS, sembilan politeknik lain di Indonesia juga turut bergabung dalam program pengembangan SDM energi terbarukan ini.

Acara tersebut turut disaksikan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Olivier Zehnder, serta Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Khoirul Munadi.

img_title Presiden RI Prabowo Komitmen Lanjutkan MBG, daripada Dikorupsi!

Arif Irwansyah menjelaskan, kerja sama ini akan difokuskan pada penyiapan SDM Sarjana Terapan yang terampil di bidang energi terbarukan. Salah satu bentuk implementasinya, yakni membuka program studi yang mengakomodasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan konsentrasi energi terbarukan.

“PENS juga akan menyiapkan laboratorium, bahan ajar, serta dosen yang kompeten agar menghasilkan lulusan unggul di bidang energi terbarukan,” ujar Arif saat dihubungi.

Menariknya, kerja sama ini didukung pendanaan sekitar Rp3 miliar. Sebanyak Rp2 miliar berasal dari Pemerintah Swiss dan Rp1 miliar dari Kemendiktisaintek melalui program revitalisasi laboratorium.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan peralatan laboratorium, pelaksanaan workshop, serta peningkatan kompetensi dosen.

Meski program ini berjalan secara multiyears hingga 2028, Arif optimistis dampaknya akan sangat signifikan bagi penguatan sektor energi nasional.

“Ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi. Kami yakin kerja sama ini membawa manfaat besar bagi PENS dan dunia pendidikan vokasi,” tegasnya.

Sebagai informasi, proyek RESD merupakan kolaborasi antara BPSDM ESDM dengan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO). Program ini telah berjalan sejak Desember 2020 dan kini memasuki fase kedua, setelah penandatanganan pengaturan proyek pada Oktober 2025 lalu.