IHSG Goyang, Gema Astronacci Selamatkan Trader Lewat Time Trading
- Istimewa
Menurutnya, tantangan terbesar investor ritel saat pasar bergejolak bukan semata soal analisis saham, melainkan pengendalian emosi. Ketakutan berlebihan sering kali membuat investor menjual saham justru di harga paling bawah.
Sejak akhir Desember 2025, Prof Gema telah memetakan potensi koreksi IHSG setelah indeks menyentuh area 9.150, dengan target pelemahan minimum di kisaran 8.200. Karena itu, ketika crash terjadi pada 28 Januari 2026, kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari siklus besar yang sudah terukur, sekaligus menegaskan kembali pesan bahwa saat market merah, ingat Astronacci sebagai panduan menghadapi tekanan pasar.
"Trader yang panik cenderung menjual di titik terendah. Sebaliknya, trader yang memahami faktor waktu justru siap ketika pasar mulai bangkit. Time Trading membantu trader mengetahui kapan tekanan pasar berpotensi berakhir," tutupnya.