Mardiono Minta Kader PPP di Jatim Solid Memperkuat Elektoral Partai
- A. Thoriq.
Surabaya, VIVA Jatim-Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Jawa Timur menjadi momen evaluasi terkait perjalanan PPP di Pemilu 2024 yang cenderung mengalami penurunan jumlah kursi di parlemen hingga tidak masuk di kursi DPR RI.
Ketua Umum PPP M Mardiono memberikan banyak evaluasi pada kadernya di Jatim, termasuk kesalahan-kesalahan di pemilu 2025. Sehingga hal tersebut tidak boleh terulang pada pemilu 2029.
Menurut Mardiono tidak lolosnya PPP ke parlemen merupakan kecelakaan politik sehingga perlu menjadi evaluasi bersama. Ia mengungkapkan sebetulnya suara PPP di tingkat kabupaten/kota mencapai 8,6 juta. Sedangkan pada ditingkat provinsi suara PPP berkurang menjadi 6 juta lebih, dan tingkat pusat berkurang lagi hingga tidak mencapai ambang batas masuk parlemen.
"Dan kurangnya itu hanya 130 ribu. Sementara di Jawa Timur saja kehilangan suara adalah 300 ribu. Belum lagi daerah-daerah yang lain," kata Mardiono di sela acara Muswil, Rabu 11 Maret 2026.
Mardiono mengatakan akan terus belajar dari pengalaman yang dialami PPP dari waktu ke waktu. Ia juga tak menyalahkan kadernya atas kegagalam PPP tidak lolos ke Senayan. Namun ini akan menjadi pelajaran penting bagaimana PPP kembali ke parlemen.
"Nah ini yang patut untuk kita evaluasi. Kita tidak mau menyalahkan orang lain. Kita tidak mau menyalahkan. Kita tidak mau larut, kitanya tidak mau berkutat ke masa-masa lalu. Tapi kita ingin menatap masa depan," ujarnya.
Ia menuturkan untuk meningkatkan suara PPP dalam setiap perhelatan politik, maka yang paling utama dibutuhkan adalah peningkatan elektoral. Peningkatan elektoral menjadi poin kunci partai meraup suara banyak dan berhasil mendudukkan kadernya di kursi jabatan.
"Partai-partai sebelah itu, dia sudah bekerja secara elektoral. Dia sudah semakin meninggalkan persoalan-persoalan yang berkutat pada komunitas sosial. Bahwa komunitas sosial itu menjadi bagian dari pendukung suksesnya sebuah perjuangan pemilu, ya. Tetapi tidak menjadi faktor yang utama," tambahnya.
Mardiono menekankan kadernya agar bertranformasi dari pola politik lama ke pola politik baru yang bisa diterima pemilih. Ia mengakui bahwa pemilih yang akan datang diisi mayoritas generasi Z dan milenial yang angkanya diperkirakan mencapai 60 sampai 70 persen sehingga membutuhkan adaptasi bagi kader PPP agar tetap menjadi perhatian mereka.