382 WB Lapas Tulungagung Terima Remisi Idul Fitri, 4 Orang Langsung Bebas

Lapas Tulungagung di Hari Raya memberi remisi khusus
Sumber :
  • VIVA Jatim/Madchan Jazuli

Tulungagung, VIVA Jatim – Sebanyak 382 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung menerima Remisi Khusus (RK) dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya dipastikan langsung menghirup udara bebas setelah mendapatkan Remisi Khusus II (RK II).

img_title 50 Napi Berisiko Tinggi Lapas Surabaya Dipindah ke Nusakambangan, 43 Kasus Narkoba

Lapas pada Sabtu (21/3/2026) berlangsung khidmat. Gema takbir yang dikumandangkan oleh para warga binaan dan petugas menciptakan suasana religius yang mendalam di tengah keterbatasan ruang gerak mereka.

Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, menyatakan bahwa Idulfitri merupakan momentum krusial bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri. Menurutnya, hari kemenangan ini harus dijadikan titik balik untuk memperkuat komitmen dalam menjalani proses pembinaan.

img_title Ruang Baca untuk Warga Binaan Rutan Surabaya

"Hari raya ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Kami berharap seluruh WBP dapat menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik," ujar Ma’ruf saat memberikan sambutan.

Ma’ruf memerinci bahwa dari total penerima remisi, 378 orang mendapatkan Remisi Khusus I (RK I) atau pengurangan masa hukuman sebagian. Sementara itu, empat orang lainnya mendapatkan RK II yang berarti masa pidananya telah habis setelah dikurangi remisi, sehingga mereka diperbolehkan langsung pulang ke rumah.

img_title Komitmen Zero Halinar, Ditjenpas Jatim Geledah Kamar Tahanan Rutan Kelas I Surabaya

Ia menjelaskan pemberian remisi ini bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk apresiasi negara terhadap warga binaan yang menunjukkan perilaku baik dan aktif mengikuti program pembinaan. 

Ma’ruf menegaskan pihak Lapas berkomitmen menjalankan pembinaan yang humanis, tidak hanya menitikberatkan pada kedisiplinan, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual.

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan, sehingga WBP dapat benar-benar siap kembali ke tengah qwertymasyarakat sebagai insan yang bermanfaat," imbuhnya.

Penyerahan remisi tersebut dilakukan secara simbolis setelah pelaksanaan ibadah salat. Suasana haru tampak menyelimuti para narapidana, terutama mereka yang mendapatkan kepastian bebas tepat di hari raya.

Bagi pihak Lapas, momentum ini menjadi simbol harapan dan kesempatan kedua bagi setiap individu untuk menata masa depan yang lebih cerah setelah menyelesaikan masa pidananya.