Dindik Jatim Latih Ratusan Guru Lewat Program 7 Jurus BK Hebat

Ratusan Guru BK Saat Mengikuti Pelatihan.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Sidoarjo, VIVA Jatim-Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Surabaya–Sidoarjo menggelar pelatihan bertajuk “7 Jurus BK Hebat” pada 31 Maret hingga 3 April 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan guru dari jenjang SMA, SMK, hingga SLB, baik negeri maupun swasta.

img_title Siswa SMA Negeri 1 Bojonegoro Raih Gelar Duta SMA Nasional 2026

Program ini dirancang untuk memperkuat peran guru dalam membimbing siswa di tengah perubahan kurikulum serta tantangan perkembangan karakter di era digital.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa peran guru Bimbingan Konseling (BK) harus bertransformasi.

img_title Sudah Digunakan Ratusan Siswa MPLS, Waskita Karya Pastikan Keamanan Bangunan Sekolah Rakyat di Tuban

Guru BK tidak hanya menjadi penyelesai masalah, tetapi juga harus mampu menjadi pencari solusi atas harapan dan cita-cita siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, guru BK memiliki peran strategis dalam memetakan kondisi psikologis serta potensi siswa, baik akademik maupun non-akademik.

img_title KKN Umsura Hasilkan 38 Inovasi, Emil Dardak Dorong Masuk E-Katalog Pemerintah

Adapun konsep 7 Jurus BK Hebat meliputi mengenali potensi, mengelola emosi, menumbuhkan resiliensi, menjaga konsistensi, menjalin koneksi, memperkuat kolaborasi, serta menata situasi.

Menurut Aries, pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam mendukung layanan BK, terutama untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa di tengah keterbatasan jumlah guru. Meski demikian, ia menekankan bahwa pendekatan humanis tetap tidak tergantikan.

“Dialog terkait masalah psikologis tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan,” tegasnya.

Selain itu, kolaborasi antara guru BK, guru mata pelajaran, wali kelas, dan orang tua dinilai menjadi kunci dalam memberikan pendampingan optimal bagi siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Dindik Jatim juga mulai menyosialisasikan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan konsentrasi belajar serta interaksi sosial siswa.

Sejumlah sekolah bahkan telah menyiapkan fasilitas penyimpanan gawai selama jam pelajaran berlangsung.

Sementara itu, Kepala Cabdindik Wilayah Surabaya–Sidoarjo, Kiswanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi guru BK.

“Semua guru adalah pembimbing. Jadi guru mata pelajaran juga harus mampu mendampingi siswa,” katanya.

Ia menyebutkan, pelatihan diikuti oleh 227 guru mata pelajaran serta 222 kepala sekolah dari berbagai daerah. Para peserta nantinya diproyeksikan menjadi fasilitator di sekolah masing-masing untuk menyebarluaskan ilmu yang diperoleh.

“Harapannya, guru yang sudah dilatih bisa mengimbaskan pengetahuan kepada rekan guru lainnya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title