Ubaya Gandeng BPN Jatim, Percepat Digitalisasi Pendaftaran Tanah

Penandatanganan Perjanjian Kerjasa Sama FH Ubaya dengan BPN Jatim.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Fakultas Hukum Universitas Surabaya (FH Ubaya) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rabu, 15 April 2026.

img_title Sebanyak 618.479 Murid Baru di Jatim Ikuti MPLS Mulai 13 Juli, Dindik Larang Perpeloncoan

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Tenggilis Ubaya tersebut juga dirangkaikan dengan kuliah umum bertajuk Digitalisasi Layanan Pendaftaran dan Peralihan Hak atas Tanah yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah BPN Jatim, Asep Heri.

Dekan FH Ubaya, Hwian Christianto, menjelaskan kerja sama ini menjadi bentuk nyata dukungan perguruan tinggi terhadap transformasi digital di sektor pertanahan.

img_title Khofifah Sebut Proses Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Berjalan Lancar

“Digitalisasi ini terlihat sederhana, tetapi sebenarnya kompleks dan menuntut kesiapan dari berbagai aspek,” ujarnya.

Kerja sama tersebut mencakup pertukaran sumber daya manusia, penelitian terintegrasi, kolaborasi pengabdian masyarakat, hingga pengembangan kegiatan akademik lainnya.

img_title Kunjungi UMSURA, Kepala BRIN: Kampus Harus Hasilkan Inovasi, Bukan Sekadar Jurnal Ilmiah

Dalam kesempatan itu, Asep menegaskan bahwa tanah merupakan aset fundamental bagi masyarakat dan negara. Namun, hingga kini masih banyak bidang tanah di Indonesia yang belum terdaftar dan bersertifikat.

“Digitalisasi menjadi kebutuhan mendasar karena mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan digitalisasi harus diiringi dengan regulasi yang kuat agar dapat memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat.

“Selain mempercepat administrasi dan memangkas birokrasi, digitalisasi juga dapat meningkatkan kepercayaan investor dalam pemanfaatan lahan,” ujarnya.

Kuliah umum ini diikuti mahasiswa Program Studi Magister Kenotariatan dan Sarjana FH Ubaya, serta dihadiri alumni notaris PPAT dan perwakilan organisasi profesi di Jawa Timur.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendorong modernisasi layanan pertanahan di Indonesia.