Warga Binaan Lapas Kelas I Surabaya Bisa Urus Identitas Resmi di Penjara
- VIVA Jatim/Ahaddiini
Sidoarjo VIVA Jatim – Di balik tembok tinggi Lapas Kelas I Surabaya, secercah harapan baru lahir. Puluhan narapidana menatap layar kamera. Bukan untuk foto tahanan, melainkan untuk sebuah identitas resmi sebagai warga negara, Senin, 27 April 2026.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo menggelar perekaman data kependudukan dan pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Langkah ini memastikan tak ada lagi warga binaan yang tak tercatat di mata negara. Bertempat di Aula MD Arifin, aula yang biasanya sunyi itu mendadak hidup. Satu per satu dari 69 narapidana maju dengan tertib. Mereka menjalani verifikasi NIK, perekaman sidik jari, hingga pemotretan wajah. Semua proses terhubung langsung ke sistem Dukcapil secara real time.
Kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah tindak lanjut surat edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang percepatan pemenuhan hak administrasi kependudukan. Sebab tanpa NIK yang valid, pintu layanan publik seperti BPJS Kesehatan akan tertutup rapat bagi mereka.
PLH Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Bambang Sugianto, menegaskan komitmennya.
"Negara hadir untuk semua, tanpa kecuali. Kami pastikan tidak ada warga binaan yang gagal berobat atau mengakses layanan hanya karena soal data," tegasnya di sela kegiatan.
Bambang menyebut sinergi dengan Dukcapil Sidoarjo adalah kunci. Respons cepat dan peralatan digital yang dibawa langsung ke lapas membuat verifikasi dan pemadanan berjalan mulus.
"Tanpa Dukcapil, kami tidak bisa optimal. Kerja sama ini harus terus berlanjut," tambahnya.
Dari sisi teknis, petugas Dukcapil tak hanya datang membawa formulir. Mereka membawa sistem. Perangkat perekaman biometrik yang terintegrasi membuat data langsung sinkron dengan database nasional. Hasilnya bisa ditindaklanjuti saat itu juga.
Antusiasme terlihat jelas dari raut wajah warga binaan. Bagi banyak dari mereka, ini adalah kali pertama punya NIK yang benar-benar cocok antara nama, tanggal lahir, dan sidik jari. Sebagian bahkan baru tahu datanya belum tercatat atau ganda selama ini. Lebih dari sekadar kartu identitas, NIK valid adalah tiket. Tiket menuju layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga kepastian hukum saat mereka bebas nanti.