Buruh Gresik akan Rayakan May Day dengan Tasyakuran di Stadion

Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik, Zainul Arifin bersama Organisasi Buruh.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Gresik, VIVA Jatim-Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Gresik tahun ini tak melulu diwarnai aksi turun ke jalan. Para buruh memilih merayakannya dengan tasyakuran di stadion, lengkap dengan doorprize dan komitmen menjaga suasana tetap aman.

img_title Residivis SL Ditangkap Usai Bobol Toko Bangunan di Gresik, Curi Rp 40 Juta

Perayaan May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 mendatang akan dipusatkan di Stadion Gelora Joko Samudro. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, agenda kali ini dikemas dalam bentuk tasyakuran bersama, yang dipanitiai langsung oleh para ketua serikat buruh di Gresik.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik, Zainul Arifin, menyebut konsep ini menjadi bentuk pendekatan yang lebih humanis antara pemerintah daerah dan pekerja. Selain doa bersama, acara juga akan diramaikan dengan pembagian doorprize yang disiapkan oleh Bupati Gresik.

img_title Sopir Dump Truk di Gresik Minta Pembatasan Jam Operasional Ditinjau Ulang

“Peringatan May Day di Kabupaten Gresik akan diadakan tasyakuran, ada doorprize dari Bupati, dan panitianya para ketua serikat buruh,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.

Menariknya, mayoritas buruh Gresik dipastikan tidak akan bergabung ke Surabaya pada hari yang sama. Mereka (para butuh) memilih fokus pada kegiatan lokal, sekaligus bersiap menghadiri agenda nasional, yakni peresmian patung dan museum Marsinah di Nganjuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

img_title Tugboat Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Bawean, 8 ABK Selamat

Zainul menilai, keterlibatan langsung buruh sebagai panitia membuat mereka merasa lebih dihargai. Hal ini berdampak pada komitmen menjaga peringatan tetap damai.

“Para buruh merasa dimanusiakan. Mereka juga menjamin kegiatan berjalan aman dan kondusif serta terhindar dari kelompok anarko,” tambahnya.

Hal senada disampaikan pengurus Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia Gresik, Rofik yang menyebut bahwa akan memastikan pihaknya turut menjaga kondusivitas peringatan May Day di Gresik. Meski demikian, sebagian massa KASBI tetap akan berangkat ke Surabaya untuk bergabung dalam aksi bersama mahasiswa di DPRD Jawa Timur.

“Kami sudah mengimbau anggota agar tidak terpengaruh aksi anarkis dan mencegah penyusupan kelompok anarko,” terannya.

Di balik suasana perayaan yang lebih cair, tuntutan buruh tetap mengemuka. KASBI membawa sejumlah agenda besar, mulai dari pencabutan Omnibus Law Cipta Kerja, penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing, hingga dorongan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

Halaman Selanjutnya
img_title