Jaga Harga Beras Stabil, Bulog Jatim Gelontorkan 65 Ribu Ton SPHP
- Bulog Jatim
Surabaya, VIVA Jatim-Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur terus menggenjot penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga harga beras tetap stabil di tengah mulai berkurangnya hasil panen memasuki musim kemarau.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu mengatakan, hingga saat ini Bulog Jatim telah menyalurkan 65.648 ton beras SPHP atau sekitar 66 persen dari target penyaluran tahun 2026 yang mencapai 98.767 ton.
"Realisasi penyaluran SPHP di Jawa Timur saat ini menjadi yang tertinggi kedua secara nasional. Program ini kami harapkan mampu menjaga stabilitas harga beras, khususnya beras medium agar tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi [HET] sebesar Rp13.500 per kilogram," kata Langgeng melalui keterangan pers yang diterima Viva Jatim, Minggu, 7 Juni 2026.
Ia menjelaskan, beras SPHP dijual dari gudang Bulog dengan harga Rp11.000 per kilogram, sementara harga jual ke konsumen ditetapkan maksimal Rp12.500 per kilogram.
Selain SPHP, pemerintah dikatakannya, juga menjalankan Program Bantuan Pangan yang menyasar 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Jawa Timur. Melalui program tersebut, masyarakat menerima bantuan berupa beras dan minyak goreng untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mengurangi tekanan permintaan di pasar.
"Masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Dengan bantuan ini, kebutuhan pangan keluarga penerima setidaknya dapat terpenuhi selama sekitar tiga minggu," lanjutnya.
Untuk alokasi Bulan Februari hingga Maret 2026 yang saat ini masih berjalan, Bulog Jatim kata dia, telah menyalurkan 112.769 ton beras medium serta 22,5 juta liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat.
Upaya menjaga stabilitas pangan juga dilakukan melalui penyaluran minyak goreng di pasar rakyat dan pasar dalam program SP2KP. Pada periode April hingga Juni 2026, Bulog Jatim telah menggelontorkan 2.239.405 liter minyak goreng, dengan 64 persen penyaluran dilakukan melalui pasar rakyat.
Berdasarkan hasil Sidak Satgas Pangan Polda Jawa Timur bersama Perum Bulog Kanwil Jatim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya di Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo, program tersebut pun dinilai efektif menjaga stabilitas harga beras.