Sidak Satgas Pangan Mojokerto: Beras SPHP Stabil, Harga Daging Sapi Naik
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Satgas Pangan Kabupaten Mojokerto turun langsung mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Raya Mojosari, Selasa, 22 September 2026.
Sidak dilakukan untuk memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat tetap aman sekaligus memantau pergerakan harga di tingkat pedagang.
Tim gabungan yang turun dalam sidak tersebut terdiri dari Satreskrim Polres Mojokerto, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto serta Bulog Mojokerto.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, sedikitnya lima kios menjadi sasaran pengecekan. Salah satu fokus utama adalah memastikan ketersediaan dan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Hasil pengecekan, stok beras SPHP di Kabupaten Mojokerto masih tersedia. Harga jual di tingkat pedagang juga disebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Alhamdulillah stok beras di Kabupaten Mojokerto masih aman. Penjualan juga masih di bawah HET,” kata Aldhino kepada wartawan.
Selain beras SPHP, petugas turut mengecek sejumlah komoditas lain, seperti cabai rawit, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam.
Menurut Aldhino, secara umum stok sejumlah bahan pokok tersebut masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Harga komoditas yang dicek juga masih berada di bawah HET.
“Kita cek tadi beberapa bahan pokok seperti cabai rawit, daging sapi, daging ayam, dan telur. Penjualan dan stoknya masih aman. Harganya pun di bawah HET,” ujarnya.
Aldhino menegaskan, sejauh ini belum ada laporan mengenai kelangkaan beras di wilayah Kabupaten Mojokerto. Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan kelangkaan atau persoalan distribusi bahan pokok.
Ia juga mengingatkan pedagang agar tidak menjual bahan pokok, khususnya komoditas yang memiliki ketentuan harga, melebihi HET.
“Apabila stok beras menipis segera konfirmasi ke teman-teman Bulog. Teman-teman pedagang kalau stok menipis bisa pesan langsung melalui aplikasi dan akan langsung didrop,” katanya.
Di tengah kondisi stok bahan pokok yang dinilai aman, sejumlah komoditas justru mengalami kenaikan harga di tingkat pedagang. Salah satunya daging sapi lokal.
Riswanto, salah seorang pedagang di Pasar Raya Mojosari, menyebut harga daging sapi saat ini mencapai Rp130 ribu per kilogram. Harga tersebut naik sekitar Rp10 ribu dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram. Menurut Riswanto, kenaikan itu terjadi sejak Hari Raya Iduladha.
“Daging sapi Rp130 ribu per kilogram, mulai Hari Raya naik sekitar Rp10 ribu, sebelumnya Rp120 ribu per kilogram,” ujarnya.
Kenaikan juga terjadi pada harga ayam potong. Saat ini, harga ayam potong berada di kisaran Rp41 ribu per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp36 ribu per kilogram.
“(Ayam potong) Rp41 ribu per kilogram, mulai naik sejak anak-anak masuk sekolah. Sebelumnya Rp36 ribu per kilogram,” katanya.
Meski terjadi kenaikan harga, Riswanto mengaku belum mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan harga daging sapi dan ayam potong mengalami peningkatan.
Sementara itu, pedagang lain bernama Saiful (53) mengatakan distribusi beras SPHP ke pasar masih berjalan lancar. Namun, ia mengaku mendapatkan jatah yang lebih sedikit dibanding pengiriman sebelumnya.
“Pengiriman SPHP lancar, cuma jatahnya dikurangi. Biasanya satu minggu dikasih 2 ton, minggu kemarin 1 ton, sekarang 5 kuintal,” ungkapnya.
Selain beras, Saiful menyebut harga telur ayam saat ini sekitar Rp24 ribu per kilogram. Sementara minyak goreng curah berada di kisaran Rp20.500 per kilogram dan MinyaKita Rp15.700 per kilogram.
Terkait berkurangnya jatah beras SPHP tersebut, Wakil Kepala Bulog Kabupaten Mojokerto Eko Wahyu membenarkan adanya penyesuaian alokasi kepada pedagang. Namun, ia menegaskan pengurangan tersebut bukan karena pasokan beras SPHP berkurang, melainkan bagian dari upaya pemerataan distribusi kepada pedagang.
“Droping tidak kami kurangi, tapi untuk pemerataan jadi dapatnya 1 ton dari yang semula 2 ton karena ada pedagang yang masih eksisting,” jelas Eko.
Ia menjelaskan, alokasi beras SPHP untuk setiap pedagang berada di kisaran 1-2 ton per minggu. Dalam satu pasar, distribusi bisa mencapai sekitar 20 ton per minggu untuk 10 pedagang.
“Kalau satu kabupaten bisa sampai 30-40 ton per minggu,” pungkasnya.