UT Target Layani Satu Juta Mahasiswa pada 2029

Wisuda UT Surabaya Semester 2026/2027 Ganjil di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu, 11 Oktober 2026.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Universitas Terbuka (UT) menargetkan dapat melayani minimal satu juta mahasiswa pada akhir 2029 dan meningkat menjadi 2,5 juta mahasiswa pada 2045. Target tersebut dibarengi upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjaga kualitas lulusan di tengah kebutuhan peningkatan sumber daya manusia Indonesia.

img_title Bukan Cuma Ijazah, UT Surabaya Dorong Lulusan Jadi Solusi Masalah Nyata

Komitmen itu disampaikan Rektor UT Prof Dr Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. saat wisuda UT Surabaya semester 2026/2027 Ganjil di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu, 11 Oktober 2026. Sebanyak 1.351 lulusan mengikuti prosesi wisuda yang mengusung tema Mewujudkan Generasi Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia.

Ali mengatakan, mayoritas mahasiswa UT merupakan kalangan pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan. Melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, mahasiswa tetap dapat menjalankan aktivitas profesional sekaligus menempuh pendidikan tinggi.

img_title Mahasiswa Untag Surabaya Terapkan Ilmu Akuntansi di Resort Bintang Lima Thailand

“Mahasiswa kami mayoritas sudah bekerja. Jadi, saat bekerja mereka membangun, saat bekerja mereka belajar, dan saat bekerja sekaligus belajar, mereka terus meningkatkan kualitas layanan dan pembangunan di Tanah Air,” ujar Ali.

Menurut Ali, UT Surabaya termasuk salah satu dari lima UT daerah dengan jumlah mahasiswa dan lulusan yang besar. Dalam setahun, UT Surabaya secara konsisten menggelar wisuda setidaknya dua kali, dengan jumlah lulusan lebih dari 1.000 orang dalam setiap pelaksanaan.

img_title Rektor Berkomitmen Bawa Untag Diakui di Tingkat Internasional

Cakupan layanan UT Surabaya secara administratif meliputi 18 kabupaten/kota. Namun, mahasiswa yang terdaftar melalui UT Surabaya tersebar di 118 kabupaten/kota di Indonesia. Jangkauan tersebut dimungkinkan karena sistem pembelajaran jarak jauh memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk memilih layanan pendidikan sesuai kebutuhan dan kenyamanan.

Ali juga ingin mengembangkan konsep wisuda yang lebih fleksibel. Dengan konsep tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti prosesi kelulusan di lokasi berbeda dari tempat mereka terdaftar, sekaligus menjadikan momentum wisuda sebagai kesempatan berkumpul dan berwisata bersama keluarga.

“Kami ingin wisuda tidak hanya menjadi wujud rasa syukur, tetapi juga kegembiraan bagi mahasiswa. Salah satunya, mahasiswa yang lulus bisa mengambil wisuda di mana pun berada,” katanya.

Meski menargetkan pertumbuhan jumlah mahasiswa, Ali menegaskan keberhasilan UT tidak cukup diukur dari banyaknya peserta didik. Kualitas lulusan, integritas, kebanggaan akademik, serta reputasi di tengah masyarakat juga menjadi hal penting yang harus dijaga.

Halaman Selanjutnya
img_title