TDA Perkuat Koneksi Pengusaha Lewat TDA One

Foto Bersama Mukernas TDA 9.0 di Surabaya.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) mendorong jaringan antar pengusaha tidak berhenti pada kegiatan networking, tetapi mampu membuka akses pasar, mempertemukan kebutuhan bisnis dan menciptakan peluang kemitraan.

img_title Intelektual NU dan Pengusaha Dukung Fatwa MUI Jatim : Vape Isi Narkotika Haram

Langkah tersebut menjadi salah satu fokus Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) TDA 9.0 yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Surabaya.

Melalui pengembangan platform TDA One, komunitas ini berupaya memperkuat konektivitas antarpengusaha dari berbagai daerah dengan menghubungkan profil bisnis, kebutuhan, pengetahuan, pasar, dan potensi kerja sama.

img_title Jaring Pengusaha dan Mahasiswa, BTN Housingpreneur 2025 Kembali Digelar

Chief Marketing, Media & Technology TDA 9.0, Arif Wicaksono Pramunagoro, menekankan bahwa teknologi harus menghasilkan manfaat nyata bagi pengusaha.

“Go Digital bukan tujuan akhir. Teknologi harus menghasilkan produktivitas, membuka pasar dan menciptakan peluang. Pengusaha perlu bergerak dari Go Digital menuju Go Produktif dan Go Kompetitif," ujar Arif dalam keterangan tertulisnya.

img_title Dari Lapangan Golf Kolaborasi Penguasaha Gol

TDA One dikembangkan untuk mendukung ekosistem usaha yang lebih terkoneksi. Platform digital ini diharapkan melengkapi hubungan antarpengusaha yang telah dibangun melalui kegiatan komunitas.

Interaksi langsung tetap berperan membangun kepercayaan, sedangkan teknologi dapat memperluas jaringan dan mempercepat konektivitas antarpelaku usaha.

Ketua Pelaksana Mukernas TDA 9.0 sekaligus Chief Ecosystem Development, Ichlasul Amal Rangga Winata, mengatakan pertumbuhan bisnis membutuhkan hubungan yang lebih luas antara pengusaha dan berbagai pemangku kepentingan.

Konektivitas tersebut mencakup akses ke pasar, pemerintah, lembaga keuangan, korporasi, perguruan tinggi, penyedia teknologi, serta mitra strategis lainnya.

“Pengusaha tidak tumbuh sendirian. Ekosistem harus mampu mempertemukan kebutuhan, potensi, dan peluang. Dari pertemuan menjadi peluang, dari peluang menjadi kolaborasi dan dampak," katanya.

Menurutnya, penguatan ekosistem menjadi penting karena pelaku usaha memiliki kebutuhan dan kapasitas yang beragam. Pengusaha yang membutuhkan akses pasar, teknologi, atau mitra bisnis dapat memperoleh peluang lebih luas melalui jaringan yang saling terhubung.

Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, menegaskan bahwa kekuatan komunitas harus tercermin pada manfaat yang dirasakan para anggotanya.

“Kita ingin pengusaha saling terkoneksi, kapasitasnya meningkat, pasarnya semakin luas, dan semakin banyak kolaborasi yang lahir. Ekonomi tumbuh, pengusaha juga harus ikut tumbuh," tuturnya.

Mukernas TDA 9.0 menghimpun sekitar 500 pengurus dari 119 daerah di Indonesia dengan agenda penguatan kapasitas bisnis, teknologi, pasar, dan kemitraan usaha. Forum nasional tersebut juga menghadirkan agenda strategic partnership serta berbagai kegiatan pengembangan jejaring bisnis.

Halaman Selanjutnya
img_title